Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar didunia melaporkan bahwa selama 7 bulan hingga November kemarin, jumlah ekspor minyak mentah mereka tercatat yang paling besar. Kabarnya, setelah masa perawatan mesin selesai, mereka akan kembali menggenjot produksi minyak sulingnya.

Jumlah ekspor minyak mentah yang dilakukan Arab Saudi naik menjadi 7,72 juta barel per hari. Ini merupakan ekspor minyak mentah yang paling banyak sejak April silam. Dibulan Oktober masih tercatat sebanyak 7,364 juta barel, demikian menurut data yang dilansir oleh Joint Organisations Data Initiative (JODI). JODI yang berbasis dikota Riyadh merupakan sebuah kelompok industri yang mendapat pengawasan dari International Energy Forum di Riyadh juga.

Mengikuti hukum pasar, dimana ada permintaan maka penawaran akan tetap dilakukan, minyak mentah juga demikian. Arab Saudi tetap melakukan ekspor minyak mentahnya karena adanya permintaan yang masih ada sejak tahun-tahun lalu. Memang minyak suling, olahan dari minyak mentah umumnya tidak diproduksi pada masa perawatan mesin-mesin penyuling dibulan September dan Oktober. Alhasil cadangan minyak mentah Arab Saudi yang melimpah diekspor dan mencapai puncaknya dibulan November dengan rekor kenaikan 1,18 juta barel perhari dari biasanya hanya naik 1,09 juta menurut JODI. Setelah bulan November, akan ada pembelian minyak suling khususnya setelah masa perawatan kembali dan naik dibulan Desember. Dalam catatan Bloomberg, Arab Saudi memproduksi 10,25 juta barel per hari di bulan Desember, naik 750 ribu barel per hari dari akhir tahun lalu. Minyak-minyak ini mengalir ke Eropa.

Ada alasan Arab Saudi untuk kembali memusatkan perhatian mereka ke pasar Eropa. Pencabutan sanksi ekspor minyak Iran membuka persaingan yang lebih ketat bagi Arab Saudi, Irak dan Iran. Sebelumnya, pada 4 Desember kemarin, dalam pertemuan negara-negara anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) tidak tercapai kesepakatan soal batasan produksi. Dipimpin oleh Arab Saudi, OPEC yang mensuplai 40% kebutuhan minyak mentah dunia tidak membatasi produksi minyaknya, merupakan upaya untuk menekan Amerika Serikat dan Rusia dengan produk shale oil-nya keluar dari pasar. Ongkosnya memang membuat jatuh harga minyak mentah.

Padahal semua pihak sadar bahwa Iran akan berencana memproduksi minyak mentahnya secara besar-besaran pula paska dicabutnya embargo ekonomi tersebut. Iran berencana menggenjot produksi minyak mentahnya hingga 1 juta barel per hari di tahun ini. Tak pelak lagi, harga minyak mentah jenis Brent dibulan November anjlok 10 persen.

Kondisi pasar minyak mentah secara global di tahun 2016 ini diyakini masih dengan catatan melimpahnya stok produksi ditengah permintaah minyak mentah yang pertumbuhannya dikatakan akan sangat lambat untuk bisa menghabiskan stok minyak yang ada. Dalam perhitungan International Energy Agency pada bulan Desember lalu, kelebihan suplai ini diperkirakan sebesar 2 juta barel perhari, diluar curahan suplai minyak mentah Iran. Ketidak imbangan pasar ini dinilai banyak pihak dipengaruhi oleh produksi shale oil dari Amerika Utara selama beberapa tahun terakhir ini. Arab Saudi yakin sejak awal bahwa mereka tidak akan memangkas produksi minyaknya hingga produsen Shale Oil memangkas produksinya.

Ketika harga minyak mentah cukup tinggi, dalam kisaran $80-100 per barel, produksi Shale Oil digenjot habis-habisan, karena sangat menguntungkan. Teknologi yang dipakai relatif lebih murah sehingga keuntungan bisa diraup lebih besar. Saat ini, banyak produsen Shale Oil telah menghentikan produksinya saat harga minyak mentah dibawah $45-50 per barel. Komoditas ini menjadi kurang menguntungkan.

Ali al Naimi- Getty Images
Ali al Naimi, Menteri Perminyakan Kerajaan Arab Saudi (Foto dari Getty Images)

OPEC, memperkirakan bahwa turunnya suplai minyak mentah oleh produsen diluar anggota OPEC sebagai imbas jatuhnya harga minyak mentah akan mempengaruhi para produsen minyak dari Amerika Serikat dan Kanada. Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi pada Senin (18/01/2016) menyatakan optimisnya bahwa harga minyak mentah akan segera naik kembali. Sentimen pasar dan kerjasama diantara negara-negara produksi minyak akan mendorong harga minyak mentah kembali stabil, hanya menurutnya ini masih memerlukan waktu pula.

Produksi minyak Non-OPEC akan turun setidaknya 660 ribu barel per hari, ungkap laporan OPEC pada Senin (18/01/2016). Besarnya penurunan ini lebih besar dari perkiraan sebelumnya hanya sebesar 270 barel per hari. OPEC mendeklarasikan tahun ini sebagai langkah awal untuk menyeimbangkan kembali harga minyak. Al-Naimi memang enggan berkomentar soal bagimana dampak dicabutnya sanksi embargo ekspor minyak Iran bisa mempengaruhi harga minyak global saat ini

Ada satu pandangan bahwa para produsen minyak mentah dunia tersebut setidaknya harus memangkas produksi minyak mentah mereka sebesar 5-10%  guna menstabilkan harga saat ini.  Oman, baru baru ini menyatakan sanggup melakukannya. Sebagaimana dikemukakkan oleh Menteri Perminyakan Mohammed Al-Rumhy pada senin (18/01/2016) di Abu Dhabi. Oman mensyaratkan akan melakukannya jika produsen lain juga melakukan hal yang sama. Usulan Oman ini tentu saja kurang meyakinkan, meskipun Oman merupakan produsen minyak mentah besar, namun dia bukan anggota OPEC. Meski demikian, Oman menganggap pencabutan embargo ekspor minyak mentah Iran tidak akan berpengaruh banyak pada harga minyak mentah global. Bagi Oman, pukulan yang besar adalah kondisi saat ini, kelebihan pasokan minyak mentah.

Langkah Oman ini mengacu pada kejadian 1998, dimana saat harga minyak mentah turun, OPEC mengadakan kesepakatan dengan Meksiko selaku produsen minyak mentah besar dunia pula namun bukan anggota OPEC. Baik OPEC dan Meksiko serta beberapa produsen minyak mentah global lainnya akhirnya menjalin kerja sama untuk bersama-sama menstabilkan harga minyak mentah dan mendorong harga minyak mentah naik kembali. Rencannya, Arab Saudi akan melakukan kesepakatan kembali dengan Meksiko di akhir pekan ini dalam hal pertukaran ahli perminyakan, membuat kerja sama dan mendorong investasi antar kedua negara, ungkap al-Naimi.

Melihat perkembangan terakhir ini, peluang kenaikan harga minyak mentah juga terbuka, hanya memang diperlukan waktu. (Lukman Hqeem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s