Angel Pieters dinyatakan sebagai pemenang kategori Soundtrack Favorit Indonesian Movie Awards (IMA) 2015. Kemenangan Angel itu menuai kontra. Pasalnya, sejak awal nama dara berusia 17 tahun itu tak tercantum dalam nominasi. 

Kemenangan Kontroversial

Awalnya, kategori Soundtrack Terfavorit berjumlah 5 nominasi yakni, Anggun C. Casmi: Fly My Eagle (Pendekat Tongkat Emas), Glenn Fredly: Tinggikan (Cahaya Dari Timur: Beta Maluku), Mahadewa: Immortal Love Song (Runaway), Pongki Barata: Seluas Itu (Nada Untuk Asa), dan Sait Loco: Dibalik Pintu Istana (Di Balik 98). Ke lima nominasi tersebut resmi diumumkan sebagai nominasi untuk soundtrack terfavorite ajang IMA 2015. Akan tetapi, mendekati hari H, sekitar 6 hari, muncul sebuah nominasi baru untuk kategori tersebut yakni lagu Indonesia Negeri Kita Bersama yang dibawakan oleh Angel Pieters untuk film Dibalik 98.

Angela Pieters 3Namun, nominasi tambahan tersebut kembali dihapus pada poster pengumuman nominasi oleh akun twitter official RCTI dua hari sebelum acara berlangsung. Hal tersebut awalnya tak begitu disadari oleh masyarakat, namun setelah pemenang kategori ini diumumkan polemik mulai muncul. Angela Pieters,  kontestan Idola Cilik tahun 2008 itu muncul sebagai pemenang. Lagu yang dinyanyikan Angel,Indonesia Negeri Kita Bersama, merupakan soundtrack film Di Balik 98, yang diciptakan Liliana Tanoesoedibjo. Selepas menjadi finalis di Idola Cilik 2008 yang ditayangkan RCTI, Angel Pieters masuk dalam manajemen artis dibawah naungan MNC Grup.

Kesedihan tergurat jelas di wajah Angel Pieters saat memberikan keterangan pers perihal kontroversi kemenangannya pada kategori Soundtrack Terfavorit Indonesian Movie Awards (IMA) 2015. Tak kuat menahan tekanan yang mendera batinnya sejak beberapa hari terakhir, tangis Angel pun pecah di hadapan pewarta. Sambil sesegukan dan sesekali menghapus air mata yang menganak sungai di pipinya, Angel memberikan penjelasan. Setengah mencurahkan isi hati, Angel bertutur tentang betapa pedasnya komentar netizen yang membanjiri media sosial miliknya. “Saya tidak pernah ada di situasi ini. Sedih banget rasanya saat melihat semua komentar pedas yang ada di Instagram dan Twitter saya,” keluh Angel dalam jumpa pers di Gedung Annex RCTI, Jakarta, Kamis (21/5/2015). Berbagai komentar di media sosial itu pula yang akhirnya memicu Angel menghapus foto dirinya memegang piala IMA. Foto itu diunggah Angel pada Selasa, 19 Mei, usai acara IMA. “Saya tidak kuat. Saya hapus foto tersebut,” cetus Angel. “Jujur, aku syok dan sedih banget. Tiba-tiba di media sosial, orang heboh banget dengan opininya masing-masing. Aku pribadi, jujur, tidak tahu menahu tentang jumlah nominasi yang ada. Sejak bulan April lalu, aku sudah dihubungi pihak IMA dan dikabarkan masuk nominasi Soundtrack Favorit, di urutan 6 dengan nomor registrasi E6,” jelas Angel menangis.

Angela Pieters 1Tapi ketika kemenangan itu dipertanyakan, ia kebanggaan langsung terhapus dari hatinya. Angel langsung kroscek ke penyelenggara IMA. “Setelah kemenangan kemarin saya langsung mempertanyakan ke pihak RCTI dan IMA, saya minta bukti apakah saya beneran menang atau enggak, itu saja. Saya enggak mau malu. Saya enggak gila award, enggak dapat juga enggak masalah,” ucapnya membela diri. Angel melanjutkan, “Itu kan berdasarkan polling sms ya, resmi dari provider dan menyatakan bahwa (menang) 73 persen.”

Angel malu sekaligus sedih. Yang pertama, karena ia dianggap sebagai pemenang misterius atau musisi dongkrakan. Fakta bahwa melejitnya Angel dibidani acara yang kebetulan juga ditayangkan RCTI, semakin menguatkan praduga.

“Yang saya sedih itu satu hal. Mungkin saya ada di grup (MNC) ini sudah lama, dari saya masih kecil (umur 10 tahun) sampai sekarang. Saya sedih kalau ada yang beranggapan bahwa karier saya ini banyak dibantu, cuma karena kita ada di grup yang sama,” tuturnya mengungkapkan.

Angela Pieters 2

Angel Pieters (Foto: Metrotvnews.com/Anindya Legia P)

Menuai Kritikan

sehari setelah perhelatan akbar ini digelar di Balai Sarbini, Jakarta, deretan musisi yang masuk dalam nominasi Soundtrack Terfavorit mulai ‘berkicau’ di Twitter masing-masing. Adalah Sophie Navita, istri musisi Pongki Barata, yang menggulirkan kontroversi ini ke ruang publik.  Sophie yang awalnya mengetahui kejanggalan ini dari para fans bandSaint Loco, langsung menunggah sebuah video di akun Instagramnya, yang membuktikan bahwa Angel Pieters dan lagunya tak masuk dalam nominasi Soundtrack Terfavorit IMA 2015 sejak awal.Sophie merekamnya di handphone, berjaga-jaga jika pihak televisi swasta yang menyiarkan acara ini menghapus video tersebut dariYoutube.

Pongki dengan tegas menyalahkan pihak panitia yang ia anggap telah melakukan penipuan pada pemirsa yang telah melakukan vote melalui sms. Meski marah-marah, namun vokalis Jikustik itu sama sekali tak menuding Angel sebagai sosok yang patut disalahkan.

PONGKI

Tweet kekesalan Pongki / © Twitter

“Jangan salah sangka. Ini bukan masalah menang atau kalah. Aku hanya ingin orang-orang tahu kalau hal ini terjadi di Indonesia, di TV yang saya hormati. Saya tidak memasalahkan lagu cipta siapa, penyanyinya siapa. Yang saya tanyakan: Pemenangnya di luar nominasi yang ada!” beberapa penggalan tweet suami Sophie Navita itu.

Sophie sendiri ikutan meradang karena fenomena ini. Lewat berbagai tweet maupun postingan di IG, ia ikut meluapkan kekesalannya pada pihak panitia IMA 2015 yang ia anggap telah melakukan sebuah penipuan dan ketidak adilan.

Sophie

Sophie Navita ikut marah-marah / © Twitter

“Malam #IndonesianMovieAwards nominasi soundtrack terfavorit yang menang BUKAN dr sini (gambar 5 nominasi awal). Jadi kami suruh datang dan support #IndonesianMovieAwards kemarin buat apa? Jadi boneka menuh-menuhin Sarbini?” beberapa tulisan Sophie.

“Post ini hanya akan saya biarkan disini selama beberapa menit saja. Cuma pengen cerita aja. Rupanya kemarin kami di Balai Sarbini jadi boneka aja. Nominasi awal (Soundtrack Terfavorit) adalah video ini. Orang-orang disuruh sms, milih. Kasian udah keluar duit sms, yang menang Soundtrack Terfavorit #indonesianmovieAwards adalah BUKAN dari nominasi AWAL. Somewhere in the middle, ada lagu lain diselipkan,” tulis Sophie di caption video ini.

“KEJANGGALAN LAIN: pada akun si pemenang, make sense nggak kalau dia baru posting suruh followersnya vote dia hanya ‘2d ago’? Agak janggal ya? PLEASE tidak mention akun. This is NO BULLY zone. Yang langgar akan saya delete komen dan block dari akun saya. Silakan komen tapi PADA JALURNYA dan dengan bahasa baik dan #kasih ya. Yang negative akan saya hapus. Terima kasih fans Saint Loco yang awalnya membawa fakta ini pada perhatian saya,” tulis Sophie yang berusaha menguak misteri kemenangan Angel.

Namun, pada akhirnya, ibu dua anak ini membela Angel Pieters.”TUNGGU kawan. Jangan buru2 menyalahkan yang menang, mungkin saja dia terbebani untuk terima award tersebut karena ada org yang pengen banget menang. It’s not about winning. It’s about being kind and fair. Which is so rare these days,” tutupnya.

Setelah Sophie Navita dan Pongki Barata meradangkarena ‘kekisruhan’ yang terjadi dalam ajang Indonesian Movie Awards atau IMA 2015, kini giliran Glenn Fredly yang ‘kalap’ di Twitter.Glenn dengan berani meminta pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atas kontroversi ini.

Sekali lagi, semua berawal dari kemenangan misterius Angel Pieters dengan lagunya yang jadi soundtrack film DI BALIK ’98,Indonesia Negeri Kita Bersama. Glenn yang juga masuk dalam daftar nominasi dengan lagunya yang jadi soundtrack film CAHAYA DARI TIMUR: BETA MALUKU, Tinggikan, awalnya tak menyadari fakta tersembunyi ini.

Ia baru menyadari ketika pasangan Pongky dan Sophie kebakaran jenggot di media sosial mereka masing-masing. Glenn kemudian menulistweet panjang ini di akunnya, @GlennFredly.

Glen 1

Glenn meminta klarifikasi pihak terkait atas kekisruhan IMA 2015/©twitter.com/@GlennFredly

Baginya, bukan soal menang atau kalah. Namun, ia meminta transparansi atas masuknya Angel Pieters di dalam nominasi Soundtrack Favorit yang terkesan tiba-tiba. Bahkan, buku nominasi yang dibagikan kepada para tamu undangan pun ‘terpaksa’ diberi stiker. Anehnya, hanya di bagian nominasi Soundtrack Terfavorit.

IMA 2015 - Glen Twit

“Woiii @OfficialRCTI Pengecut Kalian!! Kenapa artisnya yg harus konfirmasi & jadi tameng buat klarifikasi #IMA2015,” tulisnya di akun @Glennfredly. Bagi Glenn, ia sangat menghargai masyarakat yang sudah merelakan pulsanya terpotong dengan memberikan vote. Namun jika yang menang ternyata bukanlah nominator awal sejak daftar nominasinya digulirkan ke hadapan publik, Glenn menganggap bahwa masyarakat berhak tahu kebenarannya. Jika pihak penyelenggara tidak memberikan klarifikasi, Glenn hanya bisa pasrah. Namun sebagai musisi dan pecinta film Indonesia Glenn menaruh kekecewaan yang mendalam terhadap Indonesian Movie Awards. “Kalau tidak ada klarifikasi, saya terus berkarya, dan hanya cukup tahu saja kredibilitas ajang yang sudah 9 tahun itu hanya seperti itu,” papar Glenn Fredly.

Foto ini diambil dari Twitter Dipa Andika N (@dipaaa). Ia juga merasakan kejanggalan meski pada awalnya sempat tak paham mengapa hanya bagian tersebut yang ditempeli stiker.IMA 2015 - tweet-dipa-andika-dipaaa

Anggun yang juga menjadi salah satu nominator memberikan komentar sindiran dalam akun twitternya. “Bangga #FlyMyEagle masuk nominasi #IMA2015 @OfficialRCTI Bravo utk para artis nominator lain, juga utk pemenang walau tdk masuk nominasi,” ujar Anggun disertai emoticon tanda mengedipkan sebelah matanya di akun Twitter resminya, Rabu (20/5/2015).

Klarifikasi Produser Acara

Produser IMA 2015, Emri Syah menjelaskan bahwa semua nominasi IMA 2015 ditentukan oleh dewan juri, yaitu Jujur Prananto (penulis skenario), Benni Setiawan (sutradara film), Marcella Zalianty (aktris), Mathias Muchus (aktor) dan Aditya Gumay (sutradara film). Ketika ditanya sejak kapan nominasi ditentukan oleh para dewan juri dan apakah benar nama Angel “dititipi” masuk satu minggu sebelum acara, Emri Syah tidak menjawab lebih lanjut kepada CNN Indonesia. (www.cnnindonesia.com)

Mathias MuchusSanggahan Para Juri

Mathiac Muchus, Juri IMA 2015, mengungkapkan bahwa permasalahan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan dewan juri.

“Iya, saya sudah tahu persoalan tersebut. Namun, hal ini tidak ada urusannya dengan dewan juri. Hal ini langsung berurusan dengan panitia IMA 2015. Kita hanya bekerja profesional, ditugaskan untuk menyeleksi nominasi ‘Terbaik,’ bukan ‘Terfavorit’,” ungkap Mathias Muchus saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (20/5/2015).

“Urusan ‘Terfavorit’ adalah wewenang kepanitiaan yang tidak sedikit pun  meminta andil juri,” imbuh Mathias menegaskan.

Mathias tak menampik, keputusan tersebut menimbulkan kontra di kalangan pengamat musik dan musisi.

Mathias dan keempat juri lainnya disudutkan dengan beragam tuduhan dan pertanyaan terkait kemenangan Angel Pieters. “Jujur, banyak yang tanya sama kami tentang kemenangan tersebut, karena dipikirnya juri ikut andil. Kami benar-benar bekerja profesional. Untuk urusan ‘Terfavorit,’ kemenangan dinyatakan dengan polling SMS,” ujar Mathias.

“Kami hanya memegang dan menilai untuk bidang pemeranan. Seperti aktor dan aktris utama, pendukung, pendatang baru, anak, serta pasangan terbaik. Jadi kalau untuk film, kita mengurus kategori terbaik, bukan terfavorit,” kata Aditya Gumay. Sementara untuk kategori favorit, bukan ranahnya untuk menentukan. Ada pihak lain yang turut andil bagian pada kategori tersebut. “Untuk soundtrack film bukan kita. Saya bahkan tidak tahu nominasi terfavorit yang masuk. Ada pihak lain,” imbuhnya. Mekanisme soal pemenang soundtrack di luar pilihan dewan juri sudah berjalan sejak awal ajang ini dihelat. “Empat tahun saya ikut jadi dewan juri, kami tidak memilih nominasi soundtrack.  Ada tim sendiri dan berlangsung sembilan tahun,” pungkasnya.

Preseden Buruk dan Kontra Produktif Bagi Investasi Harry Tanoesoedibdjo

Kontroversial seperti ini menjadi preseden buruk bagi kegiatan-kegiatan pemilihan yang dilakukan oleh RCTI atau MNC Group, bahkan bisa berimbas pada figur CEO-nya, Harry Tanoesoedibdjo.Seperti kita tahu, kegagalan dalam pemilihan presiden 2014 lalu, memberikan pelajaran politik yang mahal. Berpindah-pindah partai politik untuk mendapatkan dukungan, Harry Tanoesoedibjo akhirnya memutuskan mendirikan partai politik sendiri. Partai Persatuan Indonesia atau biasa disingkat Partai Perindo adalah sebuah yang  didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo, pada 7 Februari 2015 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Awalnya Perindo adalah ormas yang baru dideklarasikan pada 24 Februari 2013 di Istora SenayanJakarta.

Publik akan menangkap sinyal bahwa kemenangan Angela Pieters memang hasil intervensi dan campur tangan dari sebuah kepentingan yang menginginkan kemenangan tersebut untuk tujuan-tujuan pencitraan. Dengan mudah, publik bisa melihat peta kepentingan dibalik kontroversi tersebut. Pada akhirnya masyarakat akan menarik persepsinya, bahwa untuk sebuah kemenangan segala cara dilakukan termasuk melakukan intervensi atau kecurangan-kecurangan lainnya. Alhasil, jika ini dijabarkan dalam konteks yang lebih luas. Masyarakat akan berpikir bahwa suatu keberhasilan atau kemenangan terkait MNC, hingga CEO-nya akan identik dengan kecurangan. Bagaimana tidak Liliana Tanaja Tanoesoedibjo atau Liliana Tanoesoedibjo (lahir di Surabaya15 Maret 1967; umur 48 tahun) pengarang lagu yang dimenangkan oleh Angela Pieter, sendiri adalah istri Hary Tanoesoedibjo CEO MNC Group,  memiliki 5 anak – menjadi komisaris RCTI dan juga Pendiri Miss Indonesia. Apabila ini tidak disadari, tentu akan menjadi kontra produktif dengan berbagai upaya gencar yang dilakukan oleh Harry Tanoesoedibjo saat ini yang berjuang untuk membesarkan Perindo. Pendek kata, suatu saat apabila Perindo menang, bisa jadi masyarakat akan tetap mengasosiasikan kemenangan ini dengan kecurangan.

Harry dan Lilianan Tanoesoedibjo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s