Berbicara didepan Parlemen Jerman, Kanselir Jerman Angela Merkel  mengawali masa kerja putaran ketiga jabatannya sebagai Kanselir pada minggu lalu, dengan menyataka bahwa “Jerman akan kuat dalam masa yang panjang  jika Eropa juga kita.”  Serta jika Merkel juga siap terlibat didalamnya.


Kondisi zona Euro sangat menyedihkan saat ini. Pihak Komisi Eropa bahkan memperkirakan pertumbuhan kawasan ini hanya 1.1 persen saja di 2014 nanti. Tingkat pengangguran masih cukup tinggi, diatas 12%, meski tingkat kepercayaan bisnis terlihat perlahan membaik, khususnya di Jerman. Beberapa kawasan pinggiran juga menunjukkan kondisi pemulihan yang baik pula. Sementara itu, Yunani dimana 30 persen para usia produktifnya menganggura dan Spanyol yang juga tidak lebih baik dari Yunani masih lemah. Kedua negara ini masih terbebat hutang yang hebat.

Jurang perbedaan antara negara yang bisa bertahan dan terbebat hutang sangat dalam, hal ini menjadi sebuah ancaman tersendiri bagi persekutuan Uni Eropa. Krisis fiskal di Eropa bagian selatan yang hanya terbantukan sedikit dengan kebijakan ransangan ala European Central Bank masih belum beranjak, terlihat dari tingkat pengangguran dikawasan ini yang masih tinggi. Jerman memang belum sepenuhnya pulih, namun Jerman lebih beruntung dari negara-negara Eropa lainnya. Tekanan-tekanan yang demikian inilah yang membuat perhatian akan kelangsungan UE dari potensi perpecahan tak terelakkan saat ini.

martirena-unemployment - presseurop
Kartun dari http://www.presseurop.eu

Sejak awal krisis ini mendera di 2008, pertanyaan utama yang mengemuka terhadap Euro adalah seberapa kuat Euro bisa menahan resiko fiskal dan keuangan. Goncangan yang terjadi menunjukkan bahwa mata uang tunggal tersebut perlu mendapat keterpaduan kerjasama dalam kebijakan keuangan dan fiskal khususnya menyangkut  dua aspek utama, kebijakan berkenaan dengan keuangan dan menangani kegagalan sistemik menyangkur bank-bank besar Eropa. Konsensus atas dua hal ini sangat kuat.

Para pemilih di Jerman melakukan resistensi dengan kondisi ini. Umumnya mereka menolak apabila harus berkorban demi membantu negara-negara Eropa lainnya agar bisa lepas dari jeratan krisis keuangan ini. Terlihat dari sepanjang 2013, bagaimana Merkel harus berjuang meyakinkan publik Jerman. Tanpa basa-basi kembali, setelah kemenangan Merkel dalam pemilu di bulan Septembe, Merkel melakukan koalisi untuk mengamankan suara di Parlemen. Meski demikian, Merkel masih saja bersikeras untuk melakukan kebijakan yang membantu Eropa, “more Europe” yang bertujuan menyelamatkan negara-negara pinggiran khususnya dikawasan selatan Eropa dengan keterlbatan atau dukungan dari negara-negara Eropa lainnya khususnya berupa sokongan likuiditas.

Eropa memiliki potensi yang menjanjikan untuk menuju sebuah Uni Perbankan.  Sebuah kesepakatan yang tercapai pada minggu lalu memberikan gambaran awal dalam bentuk pinjaman sebesar 55 milyar Euro sebagai dana penyelamatan Eropa. Dana tersebut disediakan oelh bank-bank besar di Eropa. Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang Schaeuble, melihat ini sebagai sebuah kemajuan yang berarti.

Sayangnya, upaya tersebut masih dianggap kecil dan absurb. Untuk menuju sebagai sebuah bank tunggal, dana-dana tersebut tidak akan ditempatkan sebelum 2025, dan hingga saat itu, belum ada sebuah rencana atau gagasan aksi bersama yang bisa dilakukan. Pada masa transisi ini, aset bank tersebut akan ditarus secara terpisah dimasing-masing negara sebagai dana cadangan untuk menjaga keberlangsungan dan mempertahankan negara dari kebangkrutan. Dibuatlah sekian prosedur untuk menjadi protokol pemanfaatan dana bersama ini, termasuk menyangkut masalah tempat, yang tentunya harus sesuai dengan standar Eropa. Masih belum jelas hingga kini dimanakah dana tersebut akan ditempatkan dan dari sumber mana dana tersebut aakan diperoleh, hal ini masih dibiarkan menggantung.

Sebenanrnya, Eropa sendiri memiliki dana talangan sebesar  500 milyar, yangdisebut sebagai European Stability Mechanism. Pada prinsipnya, ESM dapat digunakan untuk mendanai kembali bank-bank yang bangkrut di Eropa. Kembali lagi, susahnya adalah kondisi dan komplikasi yang ada sangatlah ekstrim sekali. Lebih buruk daripada menggunakan kebijakan pendanaan baru yang digunakan untuk memberikan pinjaman.

Pada dasarnya, keduanya memiliki tujuan untuk menyelamatkan pasar uang  terlebih jika dipergunakan secara efektif dan benar. Kesepakatan baru, justru tidak menuju ini. Para pemimpin Eropa sendiri meski telah melakukan berbagai perundingan mengenai potensi kerjasama keuangan dimasa yang akan datang, tetap saja perlu untuk menyelamatkan yang paling utama, persekutuan ini. Persekutuan keuangan ini diharapkan bisa saling meminjami dana dalam sebuah koordinasi untuk mengurangi hutang serta bisa mengambil alih kebijakan keuangan demi kepentingan bersama.

Menjadi tugas Merkel saat ini untuk menjelaskan kepada pemilihnya dan rakyat Jerman pada umumnya arti penting keterlibatan Jerman yang secara aktif dalam menyelesaikan krisis hutang Eropa ini. Ditegaskan oleh Merkel bawha Uni Eropa akan semakin kuat apabila semua negara bisa maju bersama, dan saat ini bagi negara-negara yang lemah tersebut memang harus mendapat perhatian dan bukan justru ditinggalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s