Dolar turun, oleh kekecewaan investor terhadap pasar tenaga kerja AS


Dolar AS terpaksa turun sejenak melawan Euro dan beranjak pula turun dari puncak tertingginya di singgasana tertinggi dalam 29 bulan ini atas Yen Jepang, setelah bursa saham AS secara digdaya menunjukkan kekuatannya serta tekanan dari data ekonomi AS yang menunjukkan perekonomian AS masih berjuang keras menciptakan banyak lapangan kerja.

Para pialang internasional sebelumnya melakukan aksi beli atas Dolar paska pengumuman hasil pertemuan The Federal Reserve yang isyaratkan akan mengakhiri kebijakan kuantitatif, pembelian obligasi pada bulan desember tahun ini. Pun demikian, kenaikan lapangan kerja yang tidak sebanyak yang diharapkan membuat Dolar AS harus beringsut turun. Indek Dolar AS turun ke 80.440 dari sebelumnya di 80.834 sebelum laporan tersebut dan dari 80.447 di akhir perdagangan hari Kamis.

Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan bahwa tingkat pengangguran AS masih cukup tinggi diangka 7.8% dari revisi angka pengangguran bulan November sebesar 7.7%. Desember kemarin hanya mampu menciptakan 155,000 lapangan kerja, dibawah harapan pasar sebesar 160,000.

Dalam perdagangan EURUSD  yang diperdagangkan di level $1.3082, turun dari sebelumnya yang ada di $1.3008 sebelum data atau dari $1.3053 pada posisi akhir sehari sebelumnya. Sepanjang pekan ini, Euro turun 1%  atas Dolar AS, sementara  Indek Dolar AS naik 1%, sebagai minggu terbaik semenjak bulan Juli kemarin. Tekanan fundamental bagi Euro saat ini sangat hebat dibanding mata uang lainnya. Jika melemah terus, dan menembus level supportya di  $1.3095 maka Euro cenderung akan melemah.

Dolar juga melonjak atas Yen Jepang semenjak perdagangan dibuka diawal tahun ini  dimana Dolar AS diperdagangkan di ¥88.13, level terakhir yang terlihat sejak Juli 2010, naik dari posisi ¥87.26 dari perdagangan hari Kamis. Kenaikan Dolar AS atas Yen dewasa ini banyak ditopang adanya kepemimpinan politik baru di Jepang, paska Pemilu Desember kemarin yang lebih pro kebijakan yen yang melemah.

Pergerakan Dolar AS atas Yen juga dipengaruhi perdagangan Obligasi AS, dimana kenaikan Yields membuat hutang AS lebih menarik bagi investor asing, khususunya dari Jepang sehingga mendorong Dolar AS menguat. Paska laporan mengenai Payroll, Yield Obligasi AS naik ke level tertingginya semenjak Mei silam. Posisi saat ini cukup rawan akan terjadinya koreksi paska kenaikan yang panjang dimana level support ada di ¥87.35  dan level resistance ada di kisaran ¥89 Sementara EURYEN melonjak ke ¥115.29, dari sebelumnya di ¥113.83.

Turunnya tingkat pengangguran di Kanada sepanjang bulan Desember, dengan penambahan lapangan kerja sebanyak 59,000 membuat USDCAD bergerak menurun 0.1%  dibeli di harga 98.72 Sen Kanada.

Pada perdagangan Poundsterling, GBPUSD turun ke $1.6079 dari sebelumnya di $1.6103, dan dalam AUDUSD  dibeli di $1.0483 dari sebelumnya di $1.0465.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s