Sakit Pinggang, Bukan hanya sekedar masalah Otot dan Saraf


Back pain

Sakit pinggang adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi. Ada kalanya, sakit pinggang dapat memberikan indikasi masalah kesehatan yang lebih serius, yang  tidak terdiagnosis  kalau tidak timbul masalah.

Sakit pinggang yang terjadi berulang-ulang  mungkin merupakan tanda saraf kaki yang sudah rusak. Sakit ini terjadi karena otot di bagian pinggang melakukan pekerjaan yang lebih banyak untuk menggerakkan kaki ke depan, karena kondisi kaki yang sudah melemah. Kondisi ini  biasanya terjadi pada orang-orang di usia yang produktif, antara usia 29 sampai 49 tahun. Sering kali mereka tidak mengerti mengapa mereka merasa seperti orang tua atau kakek mereka yang sudah tua.

Sakit yang paling sering terjadi di tulang belakang adalah bagian pinggang dan bagian leher, karena dua bagian ini adalah bagian yang paling sering bergerak.  Bagian pinggang adalah bagian yang paling tertekan pada  saat anda duduk atau mengangkat barang, sehingga menjadi gampang rusak. Bagian pinggang ini menahan berat sebagian besar tubuh kita sehingga sangat rentan terhadap sakit yang disebabkan oleh cedera atau masalah lainnya.

Penderita sakit pinggang mungkin juga merasakan sakit yang menjalar ke salah satu atau kedua bagian pantat ataupun kakinya sesuai dengan distribusi saraf skiatik. Saraf skiatik adalah saraf terpanjang di bagian tubuh. Saraf ini merupakan saraf utama yang mengantar impuls untuk pergerakan otot dan perasaan yang dimulai dari bagian pinggang ke bagian paha sampai pada kaki bagian bawah. Untuk mengetahui penyebab sakit pinggang secara tepat adalah tidak mudah, karena kondisi otot yang lemah, masalah sendi, otot dan ligamen yang sobek dapat menjadi penyebab umum dari sakit pinggang.

“Herniated disc” atau “Slipped disc” atau dikenal juga dengan HNP (Herniated Nucleus Pulposus) juga bisa menyebabkan sakit pinggang. Penyebab lain adalah posisi duduk yang lama, pemakaian sepatu hak tinggi, postur tubuh tetap, kegemukan dan pinggang yang tegang karena posisi mengangkat yang tidak benar.

Sakit pinggang ada yang bersifat akut, ada pula yang kronis. Akut, apabila sakitnya hanya beberapa hari sampai beberapa minggu sementara kalau Kronis, rasa sakit berlanjut lebih lama dari tiga bulan

Walaupun sakit pinggang ini biasanya tidak membahayakan jiwa, namun disarankan untuk konsultasi dengan dokter untuk sakit pinggang yang kronis atau yang timbul berulang-ulang. Penyebab lain yang lebih serius adalah tumor tulang belakang, infeksi, retak pada tulang, rusaknya saraf, osteoporosis, radang sendi, atau sakit yang disebabkan oleh organ lain seperti ginjal.

Faktor-faktor yang bisa menyebabkan sakit pinggang antara lain penggunaan otot pinggang yang berlebihan, otot yang tegang, cedera pada otot atau ligamen yang menyokong tulang belakang, penyakit atau kelainan tulang belakang, usia lanjut yang menyebabkan degenerasi diskus tulang belakang, pernah cedera tulang belakang sebelumnya, pekerjaan yang menuntut fisik yang memerlukan pembungkukan dan pengangkatan yang berulang atau posisi duduk dan berdiri yang lama, kegemukan, postur yang jelek, tidur di kasur yang lembek, olahraga yang harus memutar bagian pinggang seperti golf, penyakit tulang atau sendi (seperti osteoporosis dan radang sendi) dan penyakit infeksi (seperti meningitis tulang belakang) serta kehamilan.

Tanda-tanda bahaya datangnya sakit pinggang ini biasanya diawali dengan intensitas sakit pinggang yang bervariasi mulai dari sakit yang hanya sedikit yang tidak begitu terasa sampai keadaan sakit yang menyebabkan penderitaan yang tak tertahankan. Rasa sakit bisa timbul secara tiba-tiba tanpa peringatan atau datangnya secara perlahan-lahan.

Sakit pinggang tidak selalu menjalar ke bagian kaki. Rasa sakit yang lokal biasa disebut  pegal, tegang, nyeri, perasaan otot yang berdenyut  atau tertarik. Rasa sakit ini biasanya akan lebih parah kalau pasien membungkuk, duduk, jalan atau berdiri terlau lama di posisi yang sama.

Namun jika rasa sakitnya berasal dari saraf yang tertekan akibat “herniated disc” atau HNP, pasien akan merasa sakit yang ringan di bagian panggul atau bagian dari kaki, atau perasaan kesemutan di bagian-bagian ini. Rasa sakit ini akan bertambah parah pada saat bersin atau batuk. Rasa sakit ini biasanya terjadi pada satu kaki, tetapi bisa mejalar ke dua kaki jika diskus menekan saraf yang berakar ke kedua kaki.

Pengobatan untuk sakit pinggang yang tidak parah bisa dilakukan dengan melakukan olahraga yang benar, istirahat, terapi panas dan dingin, latihan postur tubuh, turunkan berat badan, kkurangi stres dan latihan untuk rileks, obat dan manipulasi tulang belakang. Sementara untuk sakit pinggang yang parah, kadang-kadang diperlukan tindakan operasi  seperti Nucleopasty, Lumbar Spinal Fusion, Artificial Disc replacement dan Dynamic Stabilisation.

Nucleoplasty. Nucleoplasty adalah prosedur dengan memakai jarum dimana kateter radiofrekuensi dimasukkan ke diskus yang rusak. Dengan memakai energi radiofrekuensi,  jaringan diskus akan luluh sehingga diskus yang tadinya menekan saraf menjadi menyusut. Dengan demikian rasa sakit akibat saraf yang tertekan itu akan hilang atau berkurang. Prosedur ini hanya memakan waktu 1-2 jam sehingga pasien dapat pulang pada hari yang sama.

Lumbar Spinal Fusion. Operasi ini dianjurkan untuk  “slipped disc” yang sudah berulang, degenerasi diskus yang parah atau keretakan di tulang belakang. Operasi ini dirancang untuk menghentikan gerakan bagian tulang belakang yang cedera, mengurangi sakit yang berasal dari sambungan tulang. Operasi ini dapat dilakukan dengan cara sayatan minimal. Dokter akan memutuskan untuk memakai titanium metal screws atau “cage” (silinder tulang) yang akan dimasukkan ke dalam ruang diskus yang sebelumnya sudah dikeluarkan dengan teknik minimal invasif.  “Metal cage” ini akan diisi dengan jaringan tulang pasien sendiri dari bagian pelvis atau tailbone. Jaringan tulang inilah yang akan digunakan untuk  proses fusi tulang di bagian tersebut.

Artificial Disc Replacement. Sebelum operasi untuk mengganti diskus yang rusak, dokter akan melakukan diskografi. Sejenis cairan untuk radiologi akan disuntik ke bagian tengah diskus untuk mengetahui tingkat kerusakan diskus tersebut. Reaksi pasien juga akan membantu  untuk mengetahui diskus mana yang menyebabkan rasa sakit. Dengan menggunakan sinar x secara bersamaan, diskus lama yang rusak akan diangkat secara keseluruhan sehingga saraf terbebas, selanjutnya dimasukkan diskus buatan yang terbuat dari kombinasi metal (Titanium atau kobalt/krom) dan plastik.

Dynamic  Stabilisation. Dengan cara ini tulang belakang  akan dipasang “Spacer” di antara bagian “Spinous Process” tulang belakang atau sekrup vertebra disambung dengan batang yang fleksibel. Cara ini tidak akan menyatukan atau mengunci segmen tulang belakang secara total sehingga mempertahankan fleksibilitas. Alat  Dynamic  Stabilisation yang dipasang ini  ikut membantu menahan beban di bagian tulang belakang yang dipasang dan juga mencegah pergerakan yang berlebihan di bagian itu. Prosedur ini memberikan  alternatif lain selain Spinal Fusion.

( Artikel oleh Proff Hee Hwan Tak untuk Hqeem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s