Life of Pi, membuat kita semakin percaya akan Tuhan


Life of Pi, film adaptasi karya Ang Lee, penuh dengan inovasi dan artistik yang menarik.

Life of Pi, film adaptasi karya Ang Lee, penuh dengan inovasi dan artistik yang menarik. Kekuatan cerita film ini membuat kita yang menonton akan terus menyimak hingga akhir film.


‘Life of Pi’ adalah sebuah film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Yann Martel. Novel ini juga diterbitkan dalam Bahasa Indonesia berjudul ‘Kisah Pi’ yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2004 silam.

Versi novelnya telah terjual lebih dari 7 juta copy. Film ‘Life of Pi’ disutradarai oleh Ang Lee, yang pernah memenangi Academy Award. Film ini dibintangi oleh Suraj Sharma, Irrfan Khan, and Tobey Maguire, yang sukses memeran tokoh Spiderman.

Life of Pi’ bercerita tentang kisah nyata perjalanan hidup yang ‘nyaris mustahil’, yang dialami seorang bocah bernama Piscine Molitor Patel.Bermula dari Karamnya Kapal barang Tsimtsum yang ditumpanginya dan ia menjadi satu-satunya penumpang yang selamat.

Departemen Maritim Kementerian Transportasi Jepang membuat laporan resmi tentang tenggelamnya Tsimtsum di Samudera Pasifik pada 2 Juli 1977, setelah berlayar dari Madras menuju Kanada.

Dari kapal itu, hanya satu sekoci yang berhasil diturunkan, dan di sana Pi bertahan selama lebih dari tujuh bulan, sebelum akhirnya terdampar dan diselamatkan di sebuah pantai di Meksiko.

Di sebuah sekoci itulah, sejak 21 Juni 1977 selama 227 hari, Pi harus berbagi tempat dengan berbagai binatang buas seperti heyna, dan harimau bernama Richard Parker.

Di situ lah kisah Pi menjadi menarik, bagaimana seorang bocah harus hidup, berkawan, sekaligus bertahan hidup.

Film Life of Pi merupakan kombinasi yang sempurna antara paduan inovasi dan visi artistik yang sangat kuat. Ang Lee, peraih piala Oscar untuk film sukses Crouching Tiger, Hidden Dragon itu berhasil memadukan kesan yang sangat mendalam, sehingga bisa menyenangkan penonton, sekaligus memberikan sajian yang luar biasa.

Novel ‘Life of Pi’ sempat dianugerahi penghargaan Man Booker Prize 2002, dan menjadi best seller internasional.

“Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan,” tulis Yann Martel, penulis Life of Pi di sampul belakang novel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s