Gelar Museum Nusantara 2012; jadikan museum sebagai Rumah Peradaban Nusantara


Museum POLRI

Pada Kamis (22/11), pameran ‘Gelar Museum Nusantara 2012’ secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Bidang Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wiendu Nuryanti dengan mengusung tema ” Rumah Peradaban Nusantara”.

Pameran ‘Gelar Museum Nusantara 2012’ merupakan langkah nyata untuk meningkatkan citra sekaligus mendekatkan museum dengan masyarakat luas dengan memamerkan koleksi dan artefak dari 280 museum-museum di wilayah Indonesia. Pameran ini akan berlangsung hingga hari Minggu (25/11) dan diharapkan pengunjung bisa memanfaatkan pameran ini untuk memperkaya pengetahuan dan menambah rasa kebanggan sebagai bangsa Indonesia.

Menempati Ruang Cendrawasih, di Jakarta Convention Center (JCC) Komplek Gelora Bung Karno, pameran ini juga merupakan wujud kontribusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman untuk mensosialisasikan program Tahun Kunjungan Museum dan Gerakan Nasional Cinta Museum yang telah dicanangkan sejak tahun 2010 lalu. Gelar Museum Nusantara 2012 merupakan pameran pertama yang secara terpadu memamerkan koleksi artefak dari 280 museum yang ada di Indonesia. Mengusung tema ‘Rumah Peradaban Nusantara’, para pecinta museum, komunitas, pelajar dan masyarakat luas dipastikan akan terpuaskan dengan beragam koleksi artefak yang didatangkan langsung dari berbagai museum yang tersebar di Indonesia.

Harry Dharsono, pemilik Museum Harry Dharsono

Tak hanya itu saja, rangkaian kegiatan juga telah disiapkan untuk memperlengkap khasanah permuseuman masyarakat diantaranya Pameran (Bursa) Merchandise Ikon Museum (22 November); Talkshow ‘Ngobrol Santai Bareng Tokoh’, Pertunjukan Budaya, Kuis dan Games (22-25 November); Pemutaran Film-Film bertema Pelestarian Warisan (22-25 November); Pojok Museum Anak/Little Museum (22-25 November); Workshop Manajemen Permuseuman (digelar secara paralel pada 22 November) dan Seminar Museum (25 November).

Melalui ‘Gelar Museum Nusantara 2012’ pengunjung bisa melihat sejarah Indonesia yang disajikan mulai dari era prasejarah, dengan menampilkan koleksi peninggalan masa prasejarah seperti alat berburu, alat menangkap ikan, fosil dan lain-lain, Zaman Kerajaan  yang menampilkan berbagai artefak simbol kebesaran kerajaan seperti panji-panji, senjata, pakaian kebesaran, perabot kerajaan, alat kesenian, perhiasan, surat-surat perjanjian, karya sastra dan lain-lain hingga Zaman Perjuangan  yang menampilkan artefak masa  perjuangan melawan penjajah seperti perjuangan pendiri bangsa, perintis kemerdekaan dan pahlawan nasional dari seluruh pelosok Tanah Air serta menampilkan berbagai benda berikut pernik-perniknya yang digunakan untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajah Belanda, surat-surat perjanjian, simbol-simbol perjuangan dan lain-lain.

Information Desk

Gelara Museum Nasional 2012 juga menampilkan perkembangan museum Indonesia itu sendiri,  dimana masing-masing daerah mengirimkan contoh koleksi mereka. Umumnya menampilkan artefak yang menunjukkan keberhasilan pembangunan bangsa, perjuangan diplomasi serta berbagai keberhasilan di bidang-bidang ekonomi, politik, sosial, agama, pendidikan, lingkungan hidup dan lain-lain.

Juga adanya ruang informasi dan publikasi yang merangkum koleksi seluruh museum di Indonesia.

Dalam pembukaan pameran kali ini, dipandu Putri Indonesia 2008 Zivanna Lethisa Siregar juga disemarakkan dengan berbagai hiburan musik yang menampilkan Tari Reog Ponorogo, Saung Angklung Mang Udjo, Tari Kicir-Kicir, Musik Talempong dan Acapella. Agenda acara lain dalam pameran ini adalah ‘Ngobrol Santai Bareng Tokoh’ dengan tema ‘Museum sebagai Warisan Sejarah dan Budaya Nusantara’ yang menampilkan Aswendo Atmowiloto dan Prof. Dr. Anhar Gonggong (sejarawan sekaligus putera Bangsawan Bugis).

Acara ‘Ngobrol Bareng Tokoh’ menjadi agenda rutin sepanjang pameran ‘Gelar Museum Nusantara 2012’ yang menampilkan tema-tema menarik setiap harinya, seperti Jumat (23/11) dengan tema obrolan “Memuliakan Nilai Warisan Budaya Sebagai Bagian dari Perwujudan Kepribadian Bangsa’ oleh Ridwan Saidi (Budayawan Betawi) dan Prof. Edi Sedyawati (Budayawan). Kemudian dilanjutkan dengan Obrolan mengenai RI tahun 1949 (Paska KMB) termasuk usaha-usaha mempertahankan Kemerdekaan dari upaya Dekolonialisasi Belanda oleh Rusdi Husein (Peneliti Sejarah Kontemporer)

Kemudian pada Sabtu (24/11) mengusung tema obrolan tentang ‘Museum sebagai Sumber Belajar’ oleh JJ Rizal (Sejarahwan) dan Kresno Yulianto (Arkeolog).  dan pada hari Minggu (25/11) akan ada obrolan mengenai ‘Gerakan Cinta Museum: Cara Kreatif Mensosialisasikan Museum’ oleh Musiana Dhani (Komunitas Jelajah) dan Asep Kambali (Komunitas Historia Indonesia)

Program pelatihan juga dihadirkan di sela-sela pameran ‘Gelar Museum Nusantara 2012’  berupa program pelatihan penciptaan merchandise yang diberikan oleh Effendi Makali (pencipta merchandise), Julianty (Museum Geologi), Aditya Yoga (pencipta merchandise I Love RI). Meeting Bursa Merchandise juga dihadirkan dengan menampilkan narasumber dari Museum Danar Hadi (Mustafa, General Manager Danar Hadi), Museum House of Sampoerna (Ina) dan Ahli Merchandise (Wawan Nugroho)

Untuk lebih menarik perhatian masyarakat khususnya generasi muda, digelar pula beragam lomba sepertyi lomba mirip tokoh pahlawan Indonesia, lomba foto via Instagram dan lomba edukatif yang digelar di Pojok Museum Anak.

Telepon Genggam Nokia yang digunakan memicu Bom Bali di Sari Club, Kuta Bali (Koleksi Museum POLRI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s