Qua vadis Filateli Kreatif dan Open Philately


Aquarium Prangko oleh Andri P (FORKOM MUPI)

Dalam konsep Open Philately, yang menurut saya bisa disederhanakan menjadi Kelas Pembukaan ( sebelum memasuki kelas-kelas lanjutan yang lebih mendalam dan spesifik, termasuk tingkat tantangannya) memberikan keleluasaan bagi para penyuka prangko untuk menyertakan material bukan prangko atau benda filatelis lainnya dengan batasan yang jelas, maksimal 50% dari total yang di pamerkan.

Dinourus oleh Christie Damayanti (KFFI)

Meskipun sama-sama memberikan peluang bagi material non filatelis untuk disertakan dalam “pamerannya”, Open Philately masih mensyaratkan bahwa materi-materi tersebut memberikan dukungan (support) bagi materi filateli untuk tujuan eksibisinya.  Dengan demikian, apapun bendanya, selama benda-benda tersebut bisa membuat materi filatelinya lebih kentara, lebih bisa bermakna maka disyahkan.

Prangko dalam Motor oleh Rizal (KFJ)

Bagaimana dengan Filateli Kreatif, yang juga bisa menyertakan benda-benda non filateli untuk mendukung eksibisinya. Maka selain dalam takaran yang belum jelas hingga kini, sekian prosen misalnya – maka ketentuan  untuk bisa memberikan dukungan bagi materu filateli utama ini masih bisa diterjangnya,

90 Judul Pameran

Material seperti Aquarium, Sepeda Motor, Mobil, Gaun, Lemari, Boneka, Miniatur, Box, Buku-buku, Poster, dsb nya..jumlah nya berdasarkan volume lebih menonjol daripada materi filatelinya. belum lagi terkadang sifat dukungannya, masih dipertanyakan terhadap materi utama yaitu Prangko dan benda filateli.

Pengunjung menikmati Pameran Filateli Kreatif

Dalam pameran Filateli Kreatif yang baru-baru ini dilakukan di Jakarta, sekaligus menjadi penanda lahirnya Komunitas Filateli Kreatif. menarik sekali melihat material yang dipamerkan disana. sebanyak 90 judul pameran, salah satunya Stamps Fish. Materi ini menampilkan prangko-prangko bergambar ikan, (namun sayangnya juga prangko-prangko CTO) yang dimasukkan dalam Aquarium Air laut. Kreatif ? ya, dalam ukuran kreatifitas untuk bisa menikmati hobi mengumpulkan prangko dan kegemaran dengan ikan hias, maka dalam konteks ini adalah kreatif. Lantas bagaimana dengan parameter Kefilateliannya, ini yang menjadi perhatian saya.

Safa (KFAI) diwawancarai oleh SINDO TV

Melihat display materi yang ada maka saya menyatakan bahwa ini akan terasa menjauh dari kefilatelian. Ketika kita mengumpulkan Prangko dengan tema ikan, dalam kelas tematik. Akan teruji dari kemampuan kita memilah koelksi itu hingga hal yang spesifik. Artinya berbagai informasi dari sebuah prangko akan di gali hingga tetes terakhirnya. Informasi ini yang akan menjadi nilai lebih secarik kertas tersebut dengan kertas-kertas atau materi lainnya.

Lelang benda filateli

Kembali lagi ke Stamps Fish on Aquarium tadi, saya tidak menemukan informasi apa-apa dari kreatifitas ini dalam konteks kefilatelian. saya tidak tahu apakah prangko-prangko ikan yang dimasukkan dalam aquarium tadi adalah ikan air laut ? ikan air tawar atau  ikan jenis apa ?. Dengan demikian, apabila mencoba untuk mendekatkan Konsep Filateli Kreatif dengan apa yang menjadi statuta FIP, bahwa materi non filateli, mesti mendukung materi filateli, yang ada justru sebaliknya. Bukan hanya menenggelamkan dalam arti sebenarnya bahwa prangko-prangko itu ditenggelamkan kedalam Aquarium, namun juga menenggelamkan makna kefilateliannya.

Bursa Filateli

Pada akhirnya, benang merah yang akan saya tarik adalah Open Philately, benar-benar menjadi Pembuka bagi insan untuk memasuki dunia filateli, menjadi pemandu awal menjelajahi kedalamannya Filateli. Sementara Filateli Kreatif, lebih menekankan pada unsur entertaintment, unsur menyenangkan, menghibur, tanpa berusaha untuk menekankan lebih kedalamannya. Dalam sebuah terminologi, Filateli Kreatif, sebagai karya seni akan lebih bermakna sebagaimana karya seni-karya seni lainya, sebagaimana seni instalasi dimana sang seniman memiliki kebebasan mutlak, tanpa pakem untuk menampilkan apa yang ingin disampaikan meskipun publik akan mengkerutkan kening dahulu untuk bisa memahami instalasi tersebut.

(Tulisan ini merupakan pemahaman dan pendapat saya secara pribadi dan tidak menjadi representasi atas pihak dan institusi manapun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s