Wall Street tertekan, Dolar AS menguat, seret harga emas dan minyak turun.


Bursa saham AS mendapat tekanan dari menguat Dolar AS yang mendapat pijakan dengan data ekonomi domestik dimana terjadi kenaikan klaim pengangguran pada minggu terakhir ini serta upaya antisipasi investor atas hasil KTT Uni Eropa dalam dua hari ini,. Akibatnya harga emas dan minyak juga turun.

Wall Street turun, naiknya Dolar AS dan kekecewaan atas laporan keuangan menjadi sentimen negatif

Indek-indek bursa saham di AS berakhir turun untuk pertama kalinya dalam minggu ini setelah pihak Google Inc.menyatakan keuntungan mereka gagal mengangkat jatuhnya teknologi, sementara disisi lain sentiment yang membuat pasar menurun juga disebabkan oleh naiknya klaim pengangguran yang mengalahkan kegembiraan data ekonomi akan data sektor manufaktur.

Pasar awalnya memang berharap banyak terhadap Google, sehingga saat mereka datang membawa kekecewaan pasar maka hal ini langsung direspon negatif. Pasar juga sangat sensitif dengan perkembangan yang dibawa sektor teknologi khususnya dengan emiten seperti Intel Corp. dan Applied Materials Inc., saat keduanya membunyikan alarm penurunan permintaan produk sektor ini secara global, pasar juga langsung merepon negatif.

Indek Dow Jones berakhir dengan turun 8.06 poin atau kurang dari 0.1%, dengan berakhir di level 13,548.94, dimana International Business Machines Corp. (IBM) menjadi penggerak jatuhnya pasar dari 11 saham lain yang jatuh, setelah dia juga gagal memenuhi harapan Wall Street yang menyatakan terjadi penurunan penjualan di kuartal tiga ini hingga 5%.

Jatuhnya pasar tertahan dengan kenaikan yang terjadi di salah satu emiten Indek Dow Jones dimana saham Insurer Travelers Cos.  menjadi pemimpin kenaikan saham-saham yang berakhir positif setelah perusahaan ini melaporkan pendapatan mereka yang meningkat dua kali lipat.

Indek S&P 500 juga berbalik arah menurun 3.57 poin atau turun 0.2%, berakhir di level 1,457.34, dimana sektor teknologi terpukul paling keras dan sektor telekomunikasi menjadi sektor yang paling baik kinerjanya diantara 10 sektor lainnya.

Indek Nasdaq turun 31.25 poin berakhir 1%, ke 3,072.87.

Jatuhnya saham Google merupakan yang terburuk sejak Januari silam dengan turun 8% setelah laporan keuangan kuartal ketiga mereka di paparkan lebih awal dari jadwal yang direncanakan, Google menyalahkan percetakan R.R. Donnelley & Sons Co.yang dianggap bertanggung jawab dengan memasukkan laporan ke Securities and Exchange Commission lebih dini.

Jatuhnya pasar tertahan dengan data ekonomi yang menyatakan aktifitas manufaktur sebagaimana data yang disusun oleh Bank Sentral AS wilayah Philadelphia yang menyatakan akan ada kenaikan sepanjang bulan Oktober dengan indikator indek Conference Board mengalami kenaikan sebesar 0.6% dibulan September.

Pun demikian, pasar masih menghadapi sentiment negative, saat klaim awal pengangguran di terbitkan. Dikatakan bahwa sebanyak  46,000 hingga menjadi 388,000 pada minggu lalu, rakyat AS yang menyatakan menganggur, sementara data minggu sebelumnya juga diperbaiki menjadi sejumlah 342,000, dengan klaim pengangguran rata-rata sepekan mencapai 366,000 dalam empat minggu terakhir dari sebelumnya 365,000 maka diyakini terjadi peningkatan.

Akibatnya investor melakukan risk aversion, dan ini terbaca juga di pasar komoditi dimana harga minyak mentah ikut mengalami penurunan. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Desember berakhir menurun di bursa NYMEX pada harga $92.10 per barel atau turun 2 sen.

Dolar AS menguat setelah data ekonomi menekan kepercayaan investor.

Kenaikan angka klaim pengangguran pada minggu lalu, memberikan tekanan kepercayaan investor. Akibatnya mereka melakukan risk aversion dan membuat Dolar AS menguat kembali.

Pada Kamis (17/10) berbagai laporan emitan juga memberikan kontribusi bagi menurunnya kepercayaan investor atas berbagai laporan yang mengecewakan estimasi mereka. Disisi lain rencana pertemuan dua hari para pemimpin Eropa dalam KTT Uni Eropa kembali membuat investor merasa lebih nyaman dengan memegang Dolar AS terlebih dahulu.

Indek Dolar AS menguat kembali dengan naik ke 79.356 dari sebelumnya di 79.022. Dalam perdagangan antara Euro atas Dolar AS mengalami penurunan ke $1.3072, dari sebelumnya di $1.3121 yang sempat menyentuh level tertinggi dalam sebulan ini.

Sementara dalam perdagangan Poundsterling dengan Dolar AS, GBP/USD diperdagangkan di $1.6051, setelah data ekonomi Inggris juga memberikan dorongan positif dengan kenaikan penjualan ritel di Inggris yang lebih besar dari perkiraan awal untuk bulan September ini. Angka penjualan ritel sepanjang bulan September naik sebanyak 0.6% sementara perkiraan awal hanya akan naik sebesar 0.2%.

Pada perdagangan lainnya, Dolar AS mendapatkan momentum kenaikan atas Yen Jepang dengan diperdagangkan di harga 79.25 yen, naik dari harga sebelumnya di ¥79.03. Data ekonomi AS memberikan dorongan positif bagi momentum kenaikan Dolar atas Yen.

Menguatnya Dolar AS membuat harga minyak ikut turun

Harga minyak mentah dalam perdagangan Kamis (18/10) berakhir menurun tipis dengan menguatnya Dolar AS setelah investor kehilangan kepercayaan dengan berbagai data ekonomi Cina dan AS serta masih lemahnya permintaan global.

Pada Kamis kemarin, pihak Goldman Sachs juga memangkas perkiraan harga minyak mentah jenis Brent di tahun 2013 sementara laporan yang disampaikan oleh Energy Information Administration menyatakan bahwa pada minggu terakhir kemarin suplai gas alam mengalami kenaikan diatas perkiraan.

Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan November mengalami penurunan sebesar 2 sen ke harga $92.10 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Sebelumnya harga minyak semoat naik ke $92.59.

Melihat kecenderungan yang ada saat ini, dimana sejak hari Jumat pasar terlihat cenderung datar maka melihat pergerakan pasar saat ini lebih baik dalam rentang waktu (time frame) yang pendek saja. Perdagangana akan lebih banyak berlangsung secara Choopy saja.

PDB Cina turun, Harga Emas ikut turun

Harga emas di perdagangan Kamis (18/10) berakhir menurun setelah dua sesi perdagangan sebelumnya naik, jatuhnya harga emas atas ketakutan pasar bahwa saat ekonomi Cina menurun maka akan membuat permintaan emas menurun pula.

Sebagaimana dikabarkan, bahwa PDB Cina menurun tingga 7.4% saja sepanjang kuartal ketiga hingga September kemarin. Pertumbuhan ini merupakan yang paling lambat sepanjang 15 kuartal terakhir dan sesuai dengan perkiraan.

Jatuhnya harga emas juga ditopang dengan menguatnya Dolar AS akibat data ekonomi domestic AS yang menyatakan kenaikan klaim pengangguran sepanjang minggu terakhir serta langkah antisipasi investor dalam menyikapi KTT Uni Eropa yang berlangsung dua hari.

Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember turun sebesar $8.30, atau menurun 0.5%, ke $1,744.70 per ons di bursa Comex – New York Mercantile Exchange. (@hqeem)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s