Bursa saham, Emas dan Minyak Mentah naik, meski berpotensi menurun kembali.


Sebagian pialang melihat kenaikan ini hanya akan bersifat sementara, melemahnya Dolar AS dianggap pijakan yang kurang kokoh

Wall Street naik, sektor teknologi masih mengecewakan.

Bursa saham di Wall Street pada perdagangan Rabu (17/10) mampu berakhir naik setelah data ekonomi AS menunjukkan ada kenaikan pembangunan perumahan pada level tertingginya selama empat tahun ini, angka ini menghapus kekecewaan pasar atas laporan keuangan emiten sektor teknologi.

Saham International Business Machines Corp. (IBM) menjadi emiten yang paling buruk di indek Dow Jones dengan jatuh 4.9% setelah produsen komputer tersebut melaporkan pendapatan yang tidak sesuai dengan harapan pasar. Saham di sektor teknologi yang juga mengecewakan adalah Intel Corp. yang sahamnya jatuh 2.5%, setelah memaparkan proyeksi keuntungan di kuartal empat diperkirakan akan menurun dengan jatuhnya pasar semi konduktor global.

Deperteman Perdagangan AS melaporkan bahwa pembangunan hunian baru sepanjang bulan September melonjak 15% mencapai angka 872,000 di bulan September, yang merupakan pembangunan terbesar sejak Juli 2008 dan melampui harapan Wall Street.

Saham-saham sektor perumahan yang ikut terangkat dengan data ekonomi ini adalah PulteGroup Inc. yang naik 5.3%, Hovnanian Enterprises Inc.melonjak 9.3%, Beazer Homes USA Inc.naik sebesar 5.4%, Toll Brothers Inc.naik 1.8% dan Lennar Corp.yang naik 2.2%.

Indek Dow Jones mampu ditutup naik 5.22 poin ke 13,557, dimana 23 komponen dari 30 diantaranya mengalami kenaikan. Indek S&P 500 naik sebanyak 5.99 poin atau 0.4%, ke 1,460.91 setelah sektor perdagangan umum mampu mencetakan kenaikan meski sektor teknologo masih mengecewakan. Sementara Indek Nasdaq naik 2.95 poin atau 0.1%, ke 3,104.12. Kenaikan indek saham Nasdaq dan S&P 500 mencatat sebagai kenaikan terpanjang semenjak 4 Oktober silam.

Emas naik, meski tidak kokoh pijakannya

Harga emas naik di perdagangan Rabu (17/10) setelah menemukan dukungan dari keyakinan pasar akan prospek permintaan emas seiring dengan kemajuan yang tercipta di Eropa saat ini sehingga mendorong melemahnya Dolar AS.

Secara domestik AS, keyakinan pasar juga bertumpu pada membaiknya ekonomi AS dimana sektor perumahan AS mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sektor yang menjadi biang kebangkrutan ekonomi AS ini, pada data terakhir yang dirilis Departemen Perdagangan di hari Rabu kemarin menunjukkan adanya pembangunan hunian baru sepanjang bulan September  telah mencapai ke angka yang paling tinggi sejak empat tahun ini. Tingkat pengembangan hunian AS mengalami kenaikan sebesar 15% sepanjang bulan September sejumlah 872,000.

Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember naik sebanyak $6.70, atau 0.4%, diakhir perdagangan hari Rabu di harga $1,753 per ons.

Emas diperdagangkan dalam kisaran harga yang lumayan antara $1,755 hingga $1,744. Sepanjang sesi perdagangan, menjadikan perdagangan tengah minggu ini sebagai area konsolidasi lebih lanjut bagi emas.

Disisi lain, membaiknya ekonomi AS ini juga menurunkan kadar emas sebagai safe haven, sehingga sebagian pihak melihat potensi pembatasan kenaikan harga emas. Ditengah tarik menarik antara kenaikan dan penurunan harga emas, tren kenaikan harga emas masih terbaca namun demikian, dalam jangka pendek ini perlu diwaspadai kemungkinan koreksi yang dilakukan emas.

Harga minyak mencoba bertahan diatas $92, berpotensi turun

Harga minyak mentah bertahan diatas $92 per barel dalam perdagangan hari Rabu (17/10), setelah banyak pialang yang merasa optimis dengan melemahnya Dolar AS saat ini disaat perekonomian AS dianggap mulai membaik dengan dukungan data pembangunan perumahan AS yang mencapai angka tertinggi dalam empat tahun ini. Pun demikia, kenaikan saat ini dibawah baying-bayang suplai minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan pasar.

Sebagian pialang melihat kenaikan ini hanya akan bersifat sementara, melemahnya Dolar AS dianggap pijakan yang kurang kokoh disaat suplai minyak berlimpah. Dalam beberapa hari kedepan, diperkirakan harga minyak mentah akan turun kembali, terlebih dengan suhu geopolitik yang dianggap sepanas kemarin.

Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan November berakhir di harga $92.12 per barel atau naik 3 sen di bursa New York Mercantile Exchange.

Keputusan Moody’s Investors Service dengan menetapkan obligasi Spanyol keluar dari zona sampah, membuat pasar lega dan memberikan kekuatan bagi Euro untuk menekan Dolar AS. Hal ini membuat harga minyak mentah  serasa mendapat angin buritan bagi kenaikannya.

Harga minyak mentah bahkan sempat diperdagangkan dikisaran $92.64 sesaat sebelum data ekonomi dari Lembaga Informasi Energi AS melaporkan suplai minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Selanjutnya harga minyak beringsut turun bahkan sempat turun dibawah $92 per barel. The EIA melaporkan bahwa suplai minyak mentah AS naik 2.9 juta barel. Analis dari Platts memperkirakan akan hanya naik 1.5 juta barel saja sementara data dari The American Petroleum Institute yang dirilis sehari sebelumnya menyatakan kenaikan suplai minyak mentah mencapai 3.7 juta barelselama sepekan terakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s