Bursa Saham dan Komoditi AS naik dengan melemahnya Dolar AS.


Bursa Saham AS berakhir naik dalam perdagangan Selasa (16/10) dimana indek Dow Jones mampu membukukan kenaikan terbaiknya dalam satu hari sejak 13 September kemarin. Aksi beli marak terjadi dengan dukungan hasil laporan emiten serta kabar bahwa Spanyol isyaratkan sedia meminta bantuan dana talangan ke Uni Eropa.

Pasar melihat bahwa perdagangan hari ini cukup solid kenaikannya. Melanjutkan kembali apa yang masih belum tuntas dalam kenaikan pasar sebelumnya dengan sentiment positif dari lingkungan serta data ekonomi AS ditambah dengan sikap kooperatif para pemimpin Eropa untuk menuntaskan masalah kredit hutang disana.

Indek saham unggulan Dow Jones berakhir dengan naik sebesar 127.55 poin atau naik 1%, berakhir di 13,551.78, dimana 24 dari 30 komponen didalamnya berakhir naik. Indek ini mencatat tiga sesi terakhir perdagangan dengan kenaikan, hingga mencapai posisi tertinggi sejak 8 Oktober lalu. Kenaikan yang terjadi saat ini juga merupakan kenaikan yang terbesar semenjak The Federal Reserve mengumumkan kebijakan kuantitatifnya di akhir bulan September kemarin.

Beberapa saham yang menguat antara lain Johnson & Johnson, UnitedHealth Group Inc., dan Coca-Cola Co. Setelah penutupan pasar, International Business Machines (IBM) dan Intel Corp. melaporkan pendapatan mereka di kuartal ketiga dimana keduanya melaporkan kegagalan menaikkan pendapatan mereka. Akibatnya paska penutupan pasar, kedua saham mereka menurun. Sebelumnya, saham Intel mampu membawa Dow Jones naik dengan rally sebesar 2.9%.

Indek S&P 500 ditutup naik 14.79 poin atau naik sebesar 1%, berakhir di level 1,454.92, dimana sektor energy dan material menjadi sektor yang paling naiknya diantara 10 sektor lainnya. Indek ini juga mencatat penutupan perdagangan kali ini merupakan yang paling tinggi sejak 8 Oktober silam.  Diperkirakan bahwa dengan tercapainya level 1,450 maka diperkirakan Indek ini akan mencetak kenaikan yang lebih tinggi lagi dalam waktu dekat ini.

Sementara indek Nasdaq ditutup denga naik sebesar 36.99 poin atau naik sebanyak 1.2%, ke 3,101.17.

 

Gold recovers as U.S. Dollar slips

Harga Emas rebound.

Kabar bahwa Spanyol mengalami kemajuan dalam usaha mendapatkan dana talangan telah membuat Dolar AS melemah, hal ini memberikan dorongan agar harga emas berbalik arah dan menguat. Melamahnya Dolar AS memberikan angin buritan bagi perdagangan emas dengan berbalik arah dari perdagangan sebelumnya dan beringsut naik kembali.

Pada perdagangan hari Senin, harga emas berakhir menurun tajam sebanyak $22.10 per ons. Stabilnya inflasi dan Dolar AS telah membuat emas tertekan. Untuk menguat kembali, harga emas nampaknya butuh sebuah katalis yang bisa mendorong kenaikan harganya lebih tinggi. Umumnya pelaku pasar melihat bahwa krisis hutang Eropa masih bisa menjadi katalis yang bisa memicu kenaikan harga emas lebih lanjut.

Harga emas dalam perdagangan Selasa (16/10) berakhir naik, untuk pertama kalinya setelah tiga sesi perdagangan sebelumnya mengalami koreksi tajam dimana akhirnya menemukan pijakan untuk menguat kembali setelah Dolar AS melemah atas kabar bahwa Spanyol nampak bersedia meminta bantuan dana talangan ke Uni Eropa.

Harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember berakhir naik sebesar $8.70, atau naik 0.5%, berakhir di harga $1,746.30 per ons di Comex – New York Mercantile Exchange. Secara keseluruhan, sentiment pasar emas nampak positif dan diperkirakan masih akan naik dalam minggu-minggu yang akan datang. Periode jangka pendek memang masih menyisakan potensi ambil untung yang akan dilakukan sebagian investor.

Bias kebijakan kuantitatif QE3 dari The Federal Reserve nampaknya masih terasa ditambah dengan perkembangan yang terjadi di daratan Eropa telah menjadi sentiment bagi melemahnya Dolar AS pada perdagangan kali ini. Indek Dolar AS menurun ke 79.380 dari sebelumnya di 79.711.

Keyakinan investor pulih dengan data-data ekonomi baik di Eropa maupun di AS sendiri. Indek sentiment kepercayaan konsumen di Jerman mengalami kenaikan, begitu juga dengan data ekonomi AS yang menyatakan bahwa pertumbuhan industry perumahan AS kembali naik, ditengah laju inflasi AS yang naik ke 0.6% dan output industry AS yang naik 0,4%.

Harga minyak mentah naik, ditengah kenaikan suplai minyak mentah AS

Harga minyak mentah di perdagangan berjangka mengalami kenaikan pada hari Selasa (16/10) setelah kabar yang menyatakan bahwa Spanyol akan memilih berhutang daripada mengajukan dana talangan ke Uni Eropa.

Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan November mengalami ditutup pada harga $92.09 per barel  atau naik sebesar 24 sen atau sebesar 0.3%, di bursa New York Mercantile Exchange setelah bergerak dalam kisaran perdagangan antara $91.30 hingga $92.32. Harga minyak mentah diawal perdagangan mendapat tekanan setelah harga minyak mentah jenis Brent menurun dan ditutup pada harga $115.07, atau turun 73 sen.

Melihat data terkini mengenai suplai minyak mentah yang naik, diperkirakan harga minyak bisa menurun kembali, setidaknya jika menguat maka tidak sebanyak yang diperkirakan. The American Petroleum Institute AS pada Selasa (16/10) menyatakan bahwa suplai minyak mentah AS selama seminggu hingga 12 Oktober kemarin mengalami kenaikan sebanyak 3.7 juta barel. Sementara minyak suling juga mengalami kenaukan sebanyak 1.8 Juta barel, gasoline turun sebesar 1.2 juta barel.

Data dari API yang diterbitkan sehari sebelum pihak Lembaga Informasi Energi AS, EIA menyatakan laporan mingguan mereka pada Rabu ini. Ekspektasi awal pasar sebagaimana dinyatakan oleh Platts memperkirakan aka nada kenaikan suplai minyak mentah sebesar 1.5 juta barel, gasoline akan menurun 400.000 barel dan minyak suling akan menurun suplainya sebanyak 1.5 juta barel.

Euro naik atas Dolar AS, berpijak dari keinginan Spanyol ajukan kredit ke UE

Euro menguat di perdagangan Selasa (16/10) terhadap DolarAS serta mata uang lainnya setelah kabar yang tersiar menyatakan Spanyol isyaratkan akan meminta kredit dana talangan kepada Uni Eropa meski sejauh ini belum dipastikan kapan akan dilakukan.

Dalam perdagangan EUR/USD menguat ke $1.3051, dari sebelumnya di $1.2953 Euro berada di atas $1.30 terakhir pada 5 Oktober silam. Dalam perdagangan EUR/JPY, juga naik sebesar 0.8dan naik 0.5% dalam perdagangan EUR/GBP. Indek Dolar AS sendiri menurun ke 79.371 dari sebelumnya di 79.711.

Kabar yang tersiar di Wall Street Journal menyatakan bahwa Spanyol berkeinginan mengajukan kredit dana talangan darurat dari Uni Eropa, meski sumber yang masih tidak diketahui ini mengatakan bahwa kepastian tanggalnya belum ditentukan. Permintaan resmi pemerintah Spanyol untuk bantuan keuangan memang akan mendorong menguatnya Euro, mengingat hal ini dianggap sinyal positif bagi kemajuan proses perbaikan Eropa dari krisis hutang saat ini.

Sebagian pihak meyakini kebijakan tersebut akan digulirkan setelah tanggal 21 Oktober, setelah pemilihan umum di Spanyol. Pengajuan kredit pemerintah Spanyol ini dianggap lebih baik daripada mereka meminta dana talangan sepenuhnya, mengingat hal ini tentu membutuhkan skema yang lebih besar. Disisi lain, penundaan Spanyol untuk meminta bantuan dana juga akan membuat Bank Sentral Eropa lebih banyak menggelontor dananya untuk membeli obligasi sebagai bagian dari kebijakan kuantitatifnya.

Melihat potensi yang ada, dimana Spanyol saat ini menjadi sentral isu pasar, diyakini akan membawa Euro ke area $1.3050 hingga $1.3060. Level support akan ada diatas  garis pergerakan rata-rata dalam 200 hari perdagangan EUR/USD di atas $1.28. Ada harapan bahwa Euro masih bisa menembus hingga $1.35 setidaknya di akhir November ini.

Dalam perdagangan GBP/USD, Poundsterling naik ke $1.6119 dari sebelumnya di $1.6071, dimana dalam perdagangan AUD/USD juga naik ke $1.0269 dari  $1.0258. Sementara itu dalam perdagangan USD/JPY, Dolar AS diperdagangkan di 78.91 yen, dari sebelumnya di ¥78.71.

Melihat potensi yang ada, jika Dolar AS mampu menembus diatas ¥79.01 aka secara signifikan Dolar AS bisa kembali diperdagangkan di ¥84. Dalam jangka pendek pasar nampaknya akan mengejar kenaikan ini dimana resistensi ada di level ¥79.48 dan ¥80.30.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s