Sahid Sahirman Memorial Hospital, penuhi kebutuhan kesehatan kaum urban dan ekspat Jakarta


Pada 25 Agustus 2008, Sahid Suhirman Memorial Hospital diresmikan oleh wakil Presiden Jusuf Kalla, rumah sakit premium di jantung ibu kota Jakarta tidak hanya di dirikan untuk memenuhi kebutuhan kaum urban dan ekspat belaka namun juga warga umum yang ingin medapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Sejalan dengan keinginan para pemangku kepentingan lainnya, Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH) juga untuk mewujudkan Jakarta sebagai destinasi wisata kesehatan. Salah satu yang ditawarkan oleh pihak SSMH adalah pelayanan ekstra bagi para pasien dan keluarganya untuk diantar ke pusat-pusat belanja di Jakarta dan tujuan wisata lainnya. Berbekal pengalaman di bisnis hospitality, dalam Sahid Grup, SSMH yakin dan bisa membuktikan pada pasien mereka akan layanan ini.

Nama Sahid Sahirman Memorial Hospital memang di buat untuk mengenang Bapak R. Sahid Djogosentono, ayahanda dari Bapak Prof.DR.H. Sukamdani Sahid Gitosardjono dan Bapak R. Sahirman Sastrowardojo, ayahanda dari Ibu Juliah Sukamdani. Kedua nama ayah tersebut kemudian menjadi Sahid Suhirman Memorial Hospital.

Pasien-pasien SSMH terus mengalami perkembangan pesat, hingga kini dengan jumlah okupasi 70% dari total jumlah kamar sebanyak 57 kamar, dengan komposisi pasien atas tiga kelompok asal, warga Jakarta, warga luar Jakarta dan ekspat, dalam komposisi yang  kurang lebih sama. SSMH memang menjadi rumah sakit rujukan nasional juga, dengan kelengkapan fasilitas dan teknologi serta sederet dokter ahli yang mendukung Rumah Sakit dengan bangunan setinggi 18 lantai ini.

SSMH memiliki layanan yang ekselent untuk sakit jantung koroner, tulang belakang, strike, kelainan tulang, saluran kemih, serta pelayanan lainnya seperti kebidanan, anak, penyakit mata, penyakit dalam, diabetes, hipertensi dan juga kecantikan termasuk bedah plastiknya.

Memang di SSMH ini terdapat sederet dokter spesialis dengan kualitas tidak hanya nasional saja, namun beberapa dokter merupakan spesialis dengan kualitas internasional dimana mereka juga memiliki praktik di luar negeri. Berbagai fasilitas juga diberikan di SSMH ini, seperti ruang inap sebanyak 57 buah yang terbagi atas kelas standar A dan B, VIP, dan suite room. Bagi SSMH, proses penyembuhan pasien bukan hanya masalah klinis saja, namun juga atmosphere sehingga SSMH berusaha membanguan lingkungan dan fasilitas yang membuat pasien terbantukan dalam proses penyembuhannya.

Infrastruktur kesehatan di SSMH ini tergolong berteknologi tinggi, seperti MSCT (Multi Slice CT Scan) 128 slices, MRi ( Magnetic Resonance Imaging) 1,5 tesl, MCG (Alat untuk mendeteksi jantung), ESMR ( Alat terapi untuk sumbatan jantung non invasive), EECP (Alat untuk memperlancar peredaran darah bagi pasien Diebetes dan Hipertensi), ESWL (Alat pemecah bati ginjal  tanpa operasi), ESST ( Alat untuk terapi sek, dan disfungsi ereksi), green laser, mikroskop pantero (Untuk bedah saraf), dan lain-lain.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, wajar bila SSMH mentargetkan untuk bisa menjadi pusat bagi layanan kesehatan saraf (Neuroscience Center), Pusat Jantung (cardiovascular Center), Spine center, urologi center, Skin and beauty Center, ortopedi and Trauma center, Diebetes and Endkrin Center dan Premium Medical Check Up. Berbagai layanan yang premium tersebut memang diharapkan bisa membuat warga ibu kota, dan juga kaum ekspat termasuk juga pasien dari wilayah lain Indonesia tidak lagi berobat keluar negeri. (@hqeem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s