Tiga kunci kenaikan harga emas saat ini


Harga emas naik, pada perdagangan hari Rabu (19/09) meski ditutup lebih rendah dari puncak tertingginya setelah Bank of Japan secara mengejutkan umumkan penambahan dana yang digunakan untuk belanja obligasi dari 10 trilyun menjadi 80 trilyun, rencana stimulus ini memang jadikan Dolar AS mendapat dukungan meski sementara.

Kebijakan Jepang ini mengekor apa yang sudah dilakukan oleh Bank-Bank Sentral sebelumnya, seperti ECB dan The Fed, membuat mata uang yang beresiko kembali terhempas, serta mendorong para investor mencari asset lain yang bisa melindungi seperti Emas.

Harga emas untuk kontrak bulan Desember di penutupan New York Merchant Exchange naik 50 sen atau kurang dari 0.1%, berakhir di harga $1,771.70 per ons sempat naik hingga ke $1,781.80.

Kebijakan berbagai bank sentral ini membuat pelaku pasar, khususnya di pasar uang merasa khawatir dan dengan terdevaluasinya nilai mata uang, sebagai konsekuensinya terjadi peningkatan aksi beli di Emas dan membuat harga emas menyentuh di harga tertinggi dalam enam bulan ini.

Para investor memang perlu merasa was-was dan mendorong dengan keras agar harga emas semakin tinggi atas kebutuhan menahan inflasi yang muncul dari kebijakan-kebijakan stimulus ini. Setelah menguat cukup lama, untuk kontrak bulan Desember ini terlihat mulai kehabisan bahan bakar dan terenggah-enggah untuk naik, tak heran sebagaian pihak sudah siap-siap dengan tekanan pasar dan turunnya harga diminggu-minggu depan.

Terdapat tiga kunci yang diyakini bisa melanggengkan kenaikan harga emas saat ini, pertama kebijakan kuantitatif The Federal Reserve, kedua eskalasi politik global yang membuat investor perlu mencari perlindungan kepada asset safe haven dan ketiga kenaikan ongkos produksi emas itu sendiri.

Kebijakan kuantitatif berbagai bank sentral tersebut tentu akan mendevaluasi masing-masing mata uangnya, The Federal Resereve akan membuat Dolar AS melemah dan hal ini akan menjadi pijakan yang baik bagi Emas untuk bisa naik kembali.

Sementara kekacauan-kekacauan yang terjadi saat ini sebagaimana di Timur Tengah, Afrika, sengketa Cina dan Jepang serta beberapa wilayah lain telah ikut menyumbangkan kekhawatiran global dan mendorong investor makin getol mencari perlindungan di asset-aset pengaman investasi, safe haven.

Menurut CEO Angglo Gold, Mark Cutifani saat ini harga produksi emas telah naik mencapai sekitar $1,200 per ons.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s