Produk Kertas Lapis Indonesia lolos tuduhan dumping dari Thailand


Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri dari Kementrian Perdagangan melalui Direktur Pengaman dan Perdagangan Ernawati hari ini (13/08) di Jakarta menyampaikan departemen Perdagangan Luar Negeri Thailand yang menyatakan penghentian investigasi anti dumping yang dilakukan oleh Committee on Dumping Subsidy Thailand terhadap produk coated paper dan paper board yang diantaranya berasal dari Indonesia.

“Dengan diberhentikannya investigasi anti dumping oleh Otoritas Thailand tersebut, maka pengusaha Indonesia dapat kembali melakukan ekspor produk coated paper dan paper board ke Thailand tanpa dikenakan bea masuk tambahan anti dumping,” jelas Ernawati, Inisiasi penyelidikan anti dumping untuk kedua produk tersebut dimulai pada tanggal 8 Juli 2011 oleh Department of Foreign Trade Thailand atas permintaan Thai Paper Company  Limited (petisioner). Selain produk asal Indonesia, produk coated paper dan paper board asal China, Korea, Jepang dan Taiwan juga dikenai tuduhan.

Menurut Ernawati, pemerintah Indonesia selama proses penyelidikan telah secara aktif melakukan koordinasi dengan perusahaan terkait. “Kami juga mengirimkan sanggahan  atas penyelidikan tersebut. Dalam sanggahan, kami menyampaikan bahwa kenaikan konsumsi dalam negeri Thailand selama periode 2006-2009 tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dalam negeri Thailand, sehingga menyebabkan permintaan impor meningkat,” ujarnya.

Setelah mempertimbangkan manfaat impor produk coated paper dan paper board bagi industri domestik, konsumen dan masyarakat Thailand, maka Committee on Dumping and Subsidy memutuskan untuk menghentikan investigasi berdasarkan penarikan petisi oleh Thai Paper Co. Ltd. “Dengan bebasnya produk coated paper dan paper board Indonesia dari tuduhan dumping Thailand, maka pemerintah Indonesia berharap ekspor Indonesia terhadap kedua produk tersebut ke Thailand dapat kembali meningkat seperti sebelum tahun 2011,” imbuh Ernawati.

Menurut data Kemendag, ekspor produk coated paper dan paper board dari Indonesia ke Thailand selama periode penyelidikan anti dumping (2010-2011) mengalami penurunan volume sebesar 22.281 ton, yaitu dari 68,426 ton pada 2010 menjadi 46,145 ton pada2011.

Sementara itu, untuk periode Januari-Mei, ekspor kedua produk tersebut juga mengalami penurunan di tahun 2012 sebesar 1,317 ton jika dibandingkan tahun 2011. Sebelum 2011, sejak tahun 2008, ekspor keduanya terus mengalami kenaikan volume dengan rincian 47,113 ton (2008), 62,187 ton (2009), dan 68,426 ton (2010).(@hqeem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s