Perahu Kertas; akhirnya dibuat dalam dua film


Perahu Kertas, sebuah film karya Hanung Bramantyo yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Dewi Dee Lestari. Dee juga menulis skenario di film ini, yang menjadikan film ini mendapat jaminan cerita yang bermutu.

Film Perahu Kertas, yang diangkat dari novel best seller berjudul sama, adalah salah satu film yang sedang ditunggu-tunggu oleh publik Indonesia. Dee, penulis novel Perahu Kertas saat ini adalah salah satu novelis paling terkemuka Indonesia, yang buku-bukunya senantiasa diminati oleh pembaca.

Film Perahu Kertas adalah hasil kerjasama yang ideal. Starvision, Bentang Pictures dan Dapur Film adalah rumah produksi yang telah menelurkan film-film terkemuka di Indonesia. Hanung Bramantyo bertindak sebagai sutradara, dan Dee terjun langsung menulis skenario film ini. Keinginan Dee untuk menulis sendiri skenario filmnya disampaikan tatkala membicarakan penerbitan novel dengan penerbit Bentang Pustaka (Kelompok Mizan).

Niat ini disambut dengan sangat baik. Selain yakin bahwa Dee pasti mampu menulis skenario, dia tentu saja orang yang paling mengetahui secara persis semesta di mana Keenan, Kugy, Remi, Luhde, Wanda dan karakter-karakter lain dalam novel Perahu Kertas itu hidup. Dee pula yang menciptakan lagu tema Perahu Kertas, yang dinyanyikan oleh Maudy Ayunda.

Hanung Bramantyo menawarkan konsep penyutradaraan yang relatif berbeda dengan film-film dia sebelumnya. Ia kemudian mengeksekusi konsep itu dengan sangat baik, dengan pengambilan gambar di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Bali. Dan ketika semua potongan gambar itu direkatkan oleh editor Cesa David Luckmansyah, durasi total cerita film Perahu Kertas lebih dari 4,5 jam. Melihat konsekuensi untuk tetap setia pada kekuatan cerita yang harus tetap utuh dengan durasinya yang panjang, diskusi kilat pun dilakukan, dan menghasilkan keputusan bersama bahwa film Perahu Kertas perlu dibagi menjadi dua bagian.

Hal ini dilakukan untuk tidak mengurangi detil-detil dan kekompleksan cerita Perahu Kertas, sehingga tidak mengecewakan pembaca novel khususnya, serta penonton pada umumnya. Dalam film Perahu Kertas, bagian pertama adalah kisah tentang hati, sedangkan bagian kedua berkisah tentang cinta sejati.

Perahu Kertas akan berlayar pada libur lebaran tahun ini. Tepatnya mulai membuang sauh dan tayang di bioskop pada tanggal 16 Agustus 2012. Bagian kedua, seperti kata pepatah jika tidak ada ombak badai menghadang, akan berlayar dua bulan kemudian.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s