OST. Perahu Kertas; Melodius dan menambah senyawa novel dan filmnya


Perahu Kertas merupakan sebuah film yang diangkat dari novel berjudul Perahu Kertas karya Dewi Dee Lestari. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini mengisahkan pencarian dan hubungan cinta antara Kugy, dan Keenan yang  mengalami pasang surut.

Melengkapi film yang rencananya akan dirilis pada 16 Agustus 2012 ini diluncurkan juga album soundtrak asli film tersebut dengan judul sama OST. Perahu Kertas. Album yang berisi 8 lagu tersebut  menjadi bagian penting dari kisah Kugy dan Keenan. Lima lagu diantaranya diciptakan Dewi Lestari; sang penulis kisah Perahu Kertas. Dewi selain menulis novelnya, juga menulis skenario film bahkan juga sempat muncul dalam satu scene film tersebut.

Sebagaimana novel dan filmnya, album yang diproduksi oleh Trinity Optima Production ini juga menghanyutkan dengan caranya tersendiri, membangkitkan emosi terdalam kita akan suatu rasa yang bernama cinta.

Single andalan album ini adalah lagu berjudul Perahu Kertas yang dinyanyikan langsung oleh sang pemeran utama pemeran Kugy di film ini, Maudy Ayunda. Lagu ini diciptakan Dewi Dee sebagai cerminan kisah dalam novel ini. Musik di lagu ini sembilan puluh persen di dominasi oleh melody gitar akustik ditambah strings sehingga menonjolkan secara maksimal kekuatan lirik lagu ini. Alhasil lagu ini sukses membangun emosi yang secara romantis mengajak kita lebih intim menyelami cerita dari sudut Kugy.

Dewi Dee mengakui bahwa lagu ini sebenarnya sudah lama diciptakan, pada tahun 2009 lalu yaitu sejak Novel ini di terbitkan. karena sejak awal Perahu Kertas tersebut dibesut oleh Bentang Pustaka, selaku penerbit bukunya  sudah menawarkan untuk sekaligus membuatkan film dari karya novel ini kepada pihak Mizan Production yang sukses dengan Laskar Pelanginya. Sejak Awal, Dewi sudah ingin membuatkan soundtrack film ini dan ia memilih sudut pandang Kugy untuk mewakili pandangannya. Baik Novel, Film dan Soundtracknya, semua memang berasal dari sudut pandang Kugy, yang mencurahkan perasaannya, kegemarannya memakai perahu kertas sebagai medium untuk bercerita. Lagu Perahu Kertas tergolong cepat dibuatnya, yaitu hanya 2-3 hari saja tandas Dewi Dee.

Lagu kedua berjudul 2 Manusia, karya Dewi Dee yang dialbum ini dinyanyikan oleh Dendy Mike’s. Masih didominasi oleh suara gitar dan beat-beat dari Cahoon. Aransemen musik digarap oleh Andhika Triyadi terasa sangat akustik. Lagu ketiga berjudul Tahu Diri, kembali dinyanyukan oleh Maudy Ayunda dan ciptakan oleh Dewi Dee. Lagu ini menceritakan tentang patah hati yang membawa kebimbangan disaat cinta yang telah pergi kini datang kembali. Ppetikan gitar mengalun romantis bersama denting piano sehingga membuat lagu ini terasa mellow sekali. Tahu Diri akan menjadi saoundtrack utama di film Perahu Kertas 2 (rencana akan dirilis Oktober 2012).

Memanfaatkan momen film Perahu Kertas, Trio Rida, Sita dan Dewi yang dulu ngetop sebagai band vokal cewek di Tanah Air, menyumbangkan suaranya di lagu keempat berjudul Langit Amat Indah. Setelah sepuluh tahun, akhirnya Trio ini melakukan reuni dalam sebuah lagu ciptaan Dewi Dee yang bernada romantis penuh keceriaan dan optimisme. Lagu sederhana ini sangat mudah untuk dinyanyikan bersama namun penuh nyawa dan makna yang kuat.

A New World, lagu kelima yang meski berbahasa Inggris ini  namun mudah di pahami oleh siapapun karena kata-kata yang dipilih Dewi Dee sangat familiar dan sederhana. Dinyanyikan oleh Nadya Fatira, musik lagu ini akan mengingatkan kita pada alunan ukelele.

Tutur kata yang sangat bergaya menulis diary menjadi sangat indak dibawakan oleh Elyzia Mulachela, yaitu lagu Cinta yang tak Mungkin. Dalam lagu ini, Andi Rianto berperan sebagai komposer dan musik director atas lagu yang liriknya ditulis oleh Daniel Hartono. Unsur-unsur Vokal, Musik dan Lirik dalam lagu ini serasa menyatu sebagai suatu curahan ahti yang jujur dan sangat mendalam.

Lagu Ketujuh bernuansa Britpop, berjudul How Could You ? (Movie version) yang diciptakan dan dibawakan sekaligus oleh The Triangle, sebuah band baru besutan Rico- gitaris The Mocca. Sepotong lirik dalam lagu ini mungkin bisa membuat kita membayangkan kisah apa yang ingin disampaikan.”Look at me now, i’m falling to pieces, i don’t know what to do now”. Sekali lagi lagu patah hati yang sangat apa adanya menceritakan luka dan tanya.

Lagu pamungkas, berjudul Behind The Stars, dicipatakan dan dibawakan oleh Adrian Martadinata. Selanjutnya dua buah minus one dari lagu Tahu Diri dan Perahu Kertas.

Yonathan Nugroho, Managing Director Trinity Optima Production sekaligus Executive Producer album ini menyatakan kekagumannya akan bagaimana album ini bisa menempatkan diri pada kisah Perahu Kertas baik dalam Novel maupun Filmnya. Kontribusi Dewi Dee Lestari memang cukup besar, sebagai pencipta disebagian besar lagu-lagu dalam album ini. Benang merah antara Novel, Film dan album ini berhasil ditautkan dengan apik oleh Dewi Dee Lestari. Karya Andi Rianto, Daniel Hartono, The Triangle dan Andrian Martadinata juga sangat indah.

Album ini rencananya akan di jual secara eksklusif di Toko Buku Gramedia, dengan pertimbangan bahwa penggemar Perahu Kertas lahir dari novelnya, maka Gramedia pasti menjadi tempat yang pas sekaligus bisa menjadi rekan melakukan promosi seperti roadshow book dan CD Perahu Kertas, signing dan special display di setiap toko-tokonya jelas Rizky Utama selaku Marketing Director Trinity Optima Production. (@hqeem)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s