Bank Sentral Australia tidak berniat intervensi Aussie


Bank Sentral Australia sepertinya tidak berniat untuk melakukan intervensi Dolar Australia sebagaimana Bank Sentral Swiss mengintervensi mata uangnya yang menguat dewasa ini.

Perdebatan mengenai kemungkinan intervensi mata uang mengemuka dalam minggu-minggu ini memang mengemuka dimana mantan anggota dewan Bank Sentral Australia Warwick McKibbin meminta secara terbuka kepada Bank Sentral Australia untuk bertindak lebih banyak lagi dalam membatasi kerugian yang ditimbulkan dengan menguatnya Dolar Australia ini.

Sejak 2008, saat Lehman Brothers bangkrut dan menjadi penanda krisis keuangan di AS yang merembet hingga ke Eropa, Dolar Australia telah menguat sekitar 75%, akibatnya sektor industry dan manufaktur mengalami resesi.

Saat ini, Dolar Australia diperdagangkan di kisaran US$1.0569, dimana sejak akhir Mei silam telah mengalami kenaikan yang berarti sebesar 10%, terus menguat hingga ke puncaknya diatas level tertinggi dalam 30 tahun ini di US$1.1080 yang tercipta di tahun lalu.

Tanda-tanda bahaya memang muncul dengan menguatnya Dolar Australia di bulan –bulan ini meski harga-harga komoditi sempat mengalami penurunan yang berarti, di saat pertumbuhan ekonomi Cina mengalami perlambatan dan pemangkasan suku bunga. Semenjak Dolar Australia mencapai puncak tertingginya di Agustus tahun lalu, Indek harga komoditi Australia kemudian menurun hingga sebesar 15.2%. Ekspor komoditi Australia menurun 30%.

Para pialang di pasar uang menilai tingginya permintaan atas Dolar Australia lebih banyak dipengaruhi peringkat hutang Negara ini yang masih Triple A. Sementara langkah-langkah untuk membeli mata uang sendiri tidak banyak berarti dalam fluktuasi harga komoditi saat ini.

Gubernur Bank Sentral Australia, Glenn Stevens menyatakan beberapa waktu lalu bahwa Dolar Australia masih akan menurun pula dalam konteks krisis global saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa Bank Sentral Australia memang meyakini perilaku umum yang tradisional dan tidak berniat mengubah secara fundamental.

Australia, berbeda dengan Swiss dimana sektor komoditi masih menjadi penopang utama perekonomiannya. Menguatnya harga komoditi memang memberikan berkah bagi Negara Kanguru tersebut, meski saat ini harga barang-barang tambang sudah mahal, namun sebagian besar pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan harga komoditi ini bisa naik lebih lanjut.

Intervensi justru akan menjadi resiko bagi perekonomian Australia. Australia mengalami saat ledakan produk komoditi sebelum mata uang mereka di ambangkan (atas Dolar AS) di tahun 1983, akibatnya menimbulkan inflasi yang cukup besar.

Memangkas suku bunga juga bukan langkah yang baik, mengingat apabila suku bunga menurun, Dolar Australia terancam melemah pula. Suku bunga sudah di pangkas sebesar 125 basis poin semenjak November, namun tidak bisa menghentikan laju appresiasi Dolar Australia sehingga apabila akan dipangkas 25 hingga 50 basis point kembalipun disangsikan akan efektif.

Pada Selasa kemarin, National Australia Bank juga memberikan pernyataan bahwa kondisi-kondisi prasyarat bagi RBA untuk melakukan intervensi tidak ada saat ini. Pada intervensi sebelumnya di tahun 2008, RBA mengintervensi Dolar Australia saat Lehman Brothers tumbang dan Dolar Australia turun 40% dalam sepekan. RBA normalnya akan melakukan intervensi selama periode pasar yang tidak lazim.

Kondisi saat ini secara relative memang rendah dan fluktuasi pasar juga menurun. Kecil sekali sinyal yang menunjukkan pasar mengalami gangguan. Dengan demikian, langkah intervensi dianggap belum signifikan dilakukan, mengingat menekan mata uang lebih rendah akan membuat para pembeli asing lebih untung dan berbondong-bondong mereka masuk kembali.

Pada akhirnya, RBA menilai kebutuhan akan intervensi disesuaikan dengan fluktuasi pasar uang dimasa yang akan datang. (@hqeem)

 

One thought on “Bank Sentral Australia tidak berniat intervensi Aussie

  1. Sebagaimana yang diperkirakan sebelumnya, akirnya hari ini Bank Sentral Australia akhirnya memilih pertahankan suku bunga saat ini sebesar 3.5%. Gubernur Bank Sentral Australia, Glenn Stevens menyatakan bahwa berbagai indicator utama, banyak yang menyarankan pertumbuhan mulai berjalan. Ditambahkan olehnya bahwa laju inflasi diperkirakan masih akan konsisten dengan target Bank Sentral Australia. Kondisi yang demikian ini membuat Bank Sentral Australia tidak melakukan berbagai perubahan kebijakan moneternya. (@hqeem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s