Rayni N. Massardi ; Terima Kasih Anakku


Buku setebal 170 halaman dengan 16 halaman pembuka ini tidak bisa dikatakan sebagai kumpulan cerpen, karena dalam buku ini memang tidak hanya cerpen namun juga ada puisi beserta omelan lainnya.

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-55, Rayni N.Massardi mengeluarkan buku yang dikatakan kumpulan tulisan, kalimat dan kata-kata dari 33 judul dalam sebuah buku berjudul Terima Kasih Anakku. Diakui oleh Rayni, bahwa memang baru kali ini saya membuat kisah yang hampir semuanya cenderung pesimistis, seakan tidak ada jalan keluar. Isinya ‘omelan’ semata. namun demikian, ini semua adalah rangkaian kalimat yang diperuntukkan bagi semua manusia di dunia, yang lupa pada: MATI, BODOH, LEMAH, FRUSTRASI, CINTA, RESPEK, PRINSIP, KOMITMEN, JUJUR, TOLERANSI, DLL

Menuliskan semua ini bagi Rayni merupakan wujud dari suatu harapan atau juga sebagai terapi bagi diri sendiri di samping upaya berbagi pengalaman batin dengan orang lain,Walau saya tahu bahwa segala keadaan yang saat ini terjadi, dan kita rasakan di sekitar kita, di depan mata kita, semuanya hanya berbentuk tembok besi.

Menurut Yudhistira Massardi, yang memberikan pengantar di buku ini, karya Rayni ini merupakan sesuatu yang tipikal sekali dengan pribadi Rayni. Buat orang yang sudah mengenalnya, maka tentu sudah paham sejak kalimat-kalimat awal bahwa ini akan menjadi sebuah catatan yang bersifat ekspresif, spontan dan non-linear yang memberikan diskripsi seperlunya saja. Hemat kata dan kalimat, tanpa panjang berbelit-belit.

Tak heran bila bentuk buku ini terasa kompak, dan sesuai dengan tulisan-tulisan didalamnya. Bahkan Cover buku ini, sengaja menggunakan lukisan abstrak yang menjadi pilihan sang Cucu kesayangan nenek satu orang ini.

Seluruh kisah yang berjumlah 33, ini walau berisi beragam problem, tetapi saya selalu merasakan bahwa pada setiap kata dan kata, selalu terkandung sebuah ‘kematian.’ Pun demikian, bagi Rayni tetap menuliskan ini semua dengan perasaan ‘gembira dan nyaman.’ Karena kesadaran bahwa semua cerita ini adalah ‘ada’.  Dan, itu bisa dibaca dari judul-judulnya: Kremasi Satu Stop Smoking! Ups! Sanur!;  Jauh; Kremasi Dua Abunya!; Uning Binti…; Es Campur!; Tanpa Judul!; Pocong Ketakutan!; Lorong!;  Hitam!; Marah!; Bebek Goreng Kering!; Nenek Badrin!; Anak Lagi!; Melo!; Kremasi Tiga Terima Kasih Anakku!; Untuk Dia Di Sana!; Untukmu!; Anak Bingung!; Malam Itu, Malam Ini, Malam Akan Datang!; Dosa!; Gembira!; Awas Jangan Kawin!; Untuk Ibu Indonesia Ibu Dunia!; Untuk Apa!; Dasar Delapan Bulan!; Meninggal Dunia!; Ada!; Gado-Gado Lebih Mending!; Banget!; Gelisah!; Sepi!; Mati!; dan Tolong!

Semua tulisan dalam buku yang di jual seharga Rp.45 ribu ini, dikerjakan selama tujuh bulan. Di mana saja, kapan saja. Dalam suasana panas, mendung, kedinginan, kesakitan, marah, dan senang. Rayni yang suka menulis sambil terus menerus mendengarkan musik lewat mini iPod, biasanay ditemani dengan musik dan lagu yang campur baur: Slank, Linkin Park, Maher Zein, Sammy S, Superman is Dead, Wali, Naif, The Script, Puff Daddy, Armada, Samsons, Judika, dan pasti selalu agu-lagu Peterpan, plus Dara karya ariel.

Tulisan-tulisan dalam buku yang diterbitkan oleh Penerbit Padasan ini memang terasa sangat personal. Esai, Cerita Pendek bahkan sekedar omelanpun semuanya merupakan ungkapan Rayni yang secara nyata dan jujur. Menurutnya, dengan menulis, Rayni sadar bahwa hal itu akan membuka mata hatinya. Momen-momen dalam hidupnya seakan menjadi sebuah ruang dan waktu yang harus dan bisa diterjemahkan dalam tulisan.

Kumpulan tulisan TERIMA KASIH ANAKKU, ini merupakan buku Rayni yang kedelapan. Berharap dengan karya ini, Rayni bisa berbagi rasa. Paling tidak, maka kegelisahannya akan menjadi berkurang. Terbukti, keceriaan yang timbul dalam peluncuran buku ini di Jakarta (29/05) saat dihadiri sahabat-sahabat dan kerabat bersama orang-orang terkasih. Nampak Jajang C Noer dan Reny Jayusman hadir di acara ini.

Penerbit           : Padasan (2012)
Editor              : Chairil Gibran Ramadhan
Pengantar       : Yudhistira ANM Massardi
Halaman          : XVI + 170 hal
Harga               : Rp 45.000,-

Biografi Singkat:

RAYNI N. MASSARDI, lahir 29 Mei 1957 di Brussel, Belgia. Menamatkan pendidikan di Universitas Paris III, Sorbonne Nouvelle Departement d’Etude et de Recherches Cinematographiques, Paris, Perancis (1976 -1981). Sebelumnya, pada awal 1976 pernah mampir beberapa bulan di Sekolah Tinggi Publisistik (kini IISIP Jakarta).

Cerpen-cerpen dari istri pengarang Noorca M. Massardi, ini telah diterbitkan di pelbagai majalah dan suratkabar, serta antologi. Antara lain dalam antologi bersama Laki-Laki yang Kawin dengan Peri: Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 1995 (Penerbit Kompas, 1995), dan Riwayat Negeri yang Haru: Kumpulan Cerpen  Pilihan Kompas 2006 (Penerbit Kompas, 2006).

Kumpulan cerpen tunggalnya adalah: Istri Model Baru (Yayasan Sarinah, 1990), Pembunuh (Penerbit Kompas, 2005), I Don’t Care (Gramedia Pustaka Utama, 2008), dan Awas Kucing Hilang (Gradien Mediatama, 2010). Kumpulan cerita Terima Kasih, Anakku dari Penerbit Padasan (2012), ini adalah kumpulan cerpen Rayni yang kelima.

Nenek dari cucu kesayangan bernama Bondi (Muhammad Hafiizh), ini juga menulis karya-karya nonfiksi, antara lain: Ngoprek ‘Santai’ Syair Lagu: Dari Taman Langit sampai Tak Ada yang Abadi (Penerbit Fikahati, 2010), Hidup Enggak Enak Itu Enak! (Jakarta Media Communications, 2007, kumpulan esai), 1655: Tak Ada “Rahasia” dalam Hidup Saya! (Galang Press, Yogyakarta, 2005, biografi politik), dan turut menulis dalam Inspirasi Mode Indonesia (Penerbit Gramedia, 2003).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s