Dolar lakukan rally, terpanjang dalam 20 tahun


Dolar AS melakukan rally, terpanjang dalam dua dekade pada perdagangan Rabu (16/05) setelah hasil pertemuan Bank Sentral AS, menimbulkan pertanyaan akan kepercayaan para pejabat Bank sentral dalam melihat perekonomian AS nantinya.

Diawal sesi perdagangan, gelombang kekhawatiran akan kondisi politik di Yunani membuat pasar terus melakukan risk aversion ditengah ketidakpastian Yunani. Indek Dolar AS menguat ke 81.359 dari sebelumnya di 81.286. Ini merupakan rally terpanjang sejak 1985. Dalam perdagangan EUR/USD sendiri  kembali tertekan sejak awal perdagangan namun akhirnya menguat dan berakhir di $1.2726, hanya berubah sedikit dari penutupan sebelumnya di $1.2725.

Beberapa anggota Komisi Pasar Bebas, Bank Sentral AS (FOMC) tidak begitu percaya diri dengan sinyal pertumbuhan ekonomi saat ini dan membuka kemungkinan suku bunga yang ultra rendah akan diperpanjang hingga akhir 2014.  Kabar baiknya bahwa beberepa anggaota komis tersebut sudah bisa melihat pendekatan baru yang tidak konvensional demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomio saat ini atau setidaknya mempertahankan dari kejatuhan lebih lanjut. Dua sinyalemen ini membawa pada kondisi yang mengarah ke materialisasi. Masih belum jelas juga bahwa beberapa anggota Komisi dalam FOMC menentang kebijakan untuk melakukan pembelian obligasi atau disebuat kebijakan kuantitatif. Hal yang ditangkap pasar bahwasanya tidak ada kesepakatan dalam FOMC sendiri sehingga sulit memperkirakana kan dilakukannya kebijakan kuantitatif lagi.

Jatuhnya Euro dalam perdagangan Rabu ini, juga terbatasi oleh faktor teknikal. Titik support di $1.27 menjadi level yang krusial untuk melanjutkan penurunan lebih lanjut. Menguatnya Dolar akan membuat pasar menembus level support tersebut dan menuju hingga $1.24 , setidaknya akan mendekati dahulu ke level bawah sebelumnya di $1.2625.

Bebera laporan media menyatakan aksi penarikan dana dari perbankan di Yunani, hal ini semakin menambah kesukaran di Yunani. Secara politis, kondisi Yunani saat ini telah menimbulkan ancaman bagi Uni Eropa dan IMF akan dana-dana yang sudah ditempatkan di Negara tersebut dalam upaya memulihkan dari krisis hutang disana. Bayang –bayang kebangkrutan Yunani membuat terjadinya pelarian modal dan gangguan social.

Sejumlah deposan telah menarik taku kurang €700 juta ($890 juta) dari sejumlah perbankan di Yunani pada Senin kemarin. Ditariknya dana-dana dari deposan akan membuat perbankan makin tergantung pada pendanaan yang berasal dari European Central Bank. Disisi lain, ECB sendiri sebelumnya menyatakan bawha mereka tidak akan melakukan kebijakan moneter yang tidak memiliki kecukupan modal meski kemudian mereka menambahkan bahwa mereka akan tetap mendukung perbankan Yunani.

Apapun itu, yang pasti Dolar telah mereguk keuntungan dari kekhawatiran investor akan kondisi Yunani. Dalam perdagangan antara Dolar AS dengan Yen Jepang, USD/JPY menguat tipis ke ¥80.28 dari ¥80.25. Sementara dalam perdagangan Poundsterling dengan Dolar AS, GBP/USD turun ke$1.5916 dari $1.5996. (Follow Twitter @hqeem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s