Komoditas Emas dalam tekanan politis Yunani


Harga emas terus turun dalam tiga sesi terakhir perdagangan, bahkan menyentuh hingga ke harga termurah di tahun ini. Jatuhnya harga emas sebagai bentuk risk aversion para investor menyikapi kondisi politik di Yunani.

Hingga penutupan perdagangan sesi New York pada (15/05), emas untuk kontrak bulan Juni turun $3.90, ke harga $1,557.10 per ons di bursa Comex – New York Mercantile Exchange. Harga emas terendah sebelumnya terbentuk 29 Desember silam pada harga $1,540.90 per ons.

Kondisi politik di Yunani menjadi tidak menentu, setelah pemilihan umum kemarin dimana tidak ada partai politik yang  dominan memenangkan pemilihan suara. Oleh karena itu, untuk membentuk pemerintahan yang ada, perlua koalisi.  Hingga kini, belum tercapai kesepakatan koalisi ini. Jika tidak tercapai, maka akan dilakukan pemilihan umum lanjutan.

Menunggu terbentuknya pemerintahan baru, menimbulkan ketidak pastian kondisi politik mengingat bagi Uni Eropa dan dunia internasional, saat ini membutuhkan komitmen Yunani mengenai kelanjutan program pemulihan ekonomi.  Jika tidak ada kepastian, maka Yunani bisa terancam tidak mendapatkan bantuan ekonomi hingga keluar dari Zona Euro. Kondisi terakhir seperti ini akan membahayakan Euro. Atas dasar itulah, investor merasa tidak aman dengan Euro dan melakukan risk aversion dengan kembali berpaling kepada Dolar AS sebagai Safe Haven.

Melejitnya Dolar AS dalam sebua rally panjang bahkan 12 kali beruntun kenaikannya, membuat harga emas tertekan. Emas yang dianggap sebagai komoditi dan bukan pengaman investasi, makin tertekan dengan menguatnya Dolar AS. Investor yang ebrasal dari Negara dengan denominasi bukan Dolar akan mengurangi beban resiko dengan melepas posisinya.

Krtikal point ada di harga $1.550 bagi emas, jatuhnya akan berlaku lebih lama meski demikian akan membuka peluang bagi sebagian untuk melakukan aksi beli kembali. Sebagian investor yakin emas akan menemukan support dan mencapai ekuilibrium baru untuk kemudian menjadi safe haven ditengah kekacauan kondisi ini. Disaat itu, emas akan kembali naik dan melanjutkan tren kenaikannya menuju target ke $1.750 per ons.

Bila merujuk pada perjalanan indek Dolar AS dimana posisinya sangat kuat saat ini, diatas angka 81. Menguatnya Dolar AS disisi lain akan memicu kenaikan inflasi, banyak Negara-negara yang akan kepanasan pula jika Dolar melejit seperti ini. Jerman tengah berupaya untuk merayu AS agar bekerja sama menangani Yunani agar tidak jatuh kedalam kebangkrutan.

Ditengah himpitan politik Yunani, emas juga mendapat hantaman dari berbagai data ekonomi khususnya ekonomi AS. Data ekonomi AS yang terbaru menyatakan bahwa indek harga konsumen, CPI untuk bulan April tidak mengalami banyak perubahan. Dibandingkan dengan menurunnya harga gasoline, dan naiknya harga sandang, pangan dan harga kendaraan bermotor. Meski angka-angkanya masih sesuai dengan perkiraan pasar namun tetap saja memberikan sinyalemen negatif. Harga penjualan ritel mengalami kenaikan di AS sebesar 0.1% selama bulan April meski perkiraan sebelumnya tidak mengalami perubahan. Aktifitas manufaktur masih membaik, dimana laporan Bank Sentral Wilayah New York, menyatakan indek Manufaktur dikawasan ini masih naik hingga 17.1 selama bulan Mei dan angka bulan Maret yang lebih besar dari perkiraan membuat optimis pasar masih ada.

Pun demikian, kembali bahwa menguatnya Dolar AS tetap menjadi pukulan yang dasyat bagi perdagangan komoditi saat ini. Bukan hanya emas, komoditas logam lain juga terpukul dengan menguatnya Dolar AS. Tembaga untuk kontrak bulan Juli terseok 4 sen dan diperdagangkan dibawah $3.52 per pon. Platinum bulan Juli sebelumnya jatuh 2%, meski sempat naik $3.90 atau naik kembali 0.3% ke harga $1,446.50 per ons, sementara Palladium mampu naik sendiri dimana  untuk kontrak bulan Juni naik $6.25, atau 1.1%, ke harga $601.10 per ons.

Harga emas dalam jangka pendek masih akan tertekan setidaknya hingga kondisi Yunani membaik, entah koalisi tercapai atau pemilu putaran lanjutan yang berlangsung menghasilkan pemerintahan yang demokratis di Yunani maka harga emas akan berangsur naik kembali. Setidaknya jatuhnya harga emas akan menjadi peluang untuk menyusun kembali investasi di kuartal kedua ini. Dengan target harga emas di akhir tahun bisa mencapai setidaknya $1.750 hingga $2.000 maka akan menjadi moment yang sayang untuk dilewatkan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s