Kopi khas Indonesia makin diminati rakyat AS


Beragam jenis kopi khas Indonesia dipamerkan di Annual Exposition Specialty Coffee Association of America (SCAA) ke-24 di Portland, Oregon, Amerika Serikat, pada 20-22 April 2012.

“Partisipasi Indonesia pada SCAA 2012 diharapkan dapat lebih mengenalkan kopi Indonesia kepada masyarakat AS, sehingga ekspor kopi Indonesia ke AS juga dapat terus meningkat,” ujar Atase Perdagangan Washington D.C., Ni Made Ayu Marthini.

Pada kesempatan ini, para pengusaha kopi Indonesia menampilkan kopi spesial Indonesia dari berbagai daerah, antara lain Toraja, Mandailing, Java Preanger, Flores, Linthong, Gayo, Java Arabika, Lampung, Bali Kintamani, Papua Jayawijaya, Papua Pegunungan Bintang, Kopi Luwak, Kopi Lanang, dan Kopi Gajah.

Keikutsertaan Indonesia pada pameran kopi kali ini berjalan dengan baik. Para peserta bertemu baik dengan para pembeli regular maupun pembeli baru. Melalui pameran ini, mereka mendapat pesanan kopi hingga 70 kontainer dengan nilai sekitar USD 8 juta. Pemesanan yang berupa fix order dan trial order ini lebih banyak didominasi oleh produk kopi Arabica Toraja, Mandailing dan Papua.

Berdasarkan data statistik, ekspor kopi Indonesia ke AS terus menunjukkan peningkatan. Total ekspor produk kopi Indonesia ke AS tahun 2011 mencapai USD 326 juta, atau meningkat 37,61% dibandingkan tahun 2010 yang mencapai USD 237 juta. Dari perdagangan RI-AS pada Januari 2012, ekspor kopi Indonesia mencapai USD 33,3 juta, atau meningkat 68% dibanding periode yang sama pada 2011 yaitu USD 19,8 juta.

Eksportir kopi Indonesia yang turut berpartisipasi dalam SCAA 2012 tercatat sebanyak 15 perusahaan. Kelima belas perusahaan tersebut adalah PTPN XII, CV. Sukses Agro Sekawan, PT. Kopiku Indonesia, PT. Excelso Multi Rasa, PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri, PT. Wahana Graha Makmur, CV. Harapan Bersama, CV. Sidikalang, PT. Sumico Mandiri, Koperasi Permata Gayo, PT. Sumatra Arabica Gayo, CV. Eka Nusa Jaya, PT. Coffindo, PT. Coffindo dan Valbemar.

Disamping para pengusaha tersebut, hadir pula 11 orang delegasi Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang yang dipimpin oleh Wakil Bupati Pegunungan Bintang. Kehadiran para delegasi tersebut adalah untuk meningkatkan peluang masuknya kopi produk Papua dimana pada tahun 2011 sebelumnya telah mendapatkan pesanan importir AS sebesar 12 kontainer setiap tahun.

Pameran SCAA 2012 menampilkan lebih dari 380 booth yang dihadiri oleh partisipan dari 40 negara. “Selain kepada masyarakat AS, kita juga berkesempatan untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada partisipan SCAA lainnya yang berasal dari berbagai negara,” kata Made Marthini. Selain Indonesia, hadir juga beberapa negara produsen kopi seperti Brasil, Costa Rica, El Savador, Ethiopia, Guatemala, Honduras, India, Kenya, Meksiko, Peru, Puerto Rico, dan Uganda.

Pengunjung yang hadir berjumlah sekitar 9.000 orang yang terdiri dari produsen kopi, baristas (bartender kopi), peritel kopi, produsen dan distributor peralatan pembuat kopi, jasa makanan profesional, petani, eksportir, importir, peritel roaster, serta grosir. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kopi Spesial Amerika (AKSI) ini bertujuan untuk meningkatkan dan menjaga mutu kopi spesial dengan menerapkan berbagai standar dan sertifikasi, serta memberikan berbagai pendidikan dan pelatihan bagi para anggotanya.

Selain itu, pameran SCAA diselenggarakan untuk mempromosikan produk kopi serta mensosialisasikan perkembangan/tren produk kopi terbaru melalui beragam rangkaian kegiatan yang ada di dalamnya, seperti simposium, sertifikasi kopi, workshop, US Barista Championship, dan Potrait Country Program. Pada acara Country Profile, salah satu negara produsen kopi menjadi fokus. Untuk tahun ini, yang menjadi Country Profile SCAA adalah Peru. Namun demikian, pihak Indonesia telah melakukan pendekatan dengan petinggi dan penasihat SCAA agar Indonesia dapat menjadi Country Profile di tahun 2014. Agar dapat tampil lebih baik pada SCAA selanjutnya, Indonesia akan meningkatkan promosi, presentasi, branding, pemahaman pasar, serta professional development.

Pada kesempatan lainnya, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) juga melaksanakan kegiatan cupping untuk produk-produk kopi spesial Indonesia. Cupping merupakan kegiatan dimana pada ahli kopi mencicipi contoh kopi yang disediakan untuk kemudian memberikan pendapat atas cita rasa dari kopi tersebut. AKSI menyajikan 20 produk varian kopi arabika dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 10 ahli cupping hadir dan memberikan penilaian atas kopi Indonesia tersebut.

Atdag Made Marthini menggarisbawahi bahwa kesuksesan Indonesia dalam pameran kopi di AS yang bertaraf internasional kali ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi yang baik antara berbagai instansi pemerintah dan para pengusaha kopi.(KEMENDAG/@hqeem)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s