Mandiri Investasi – Commonwealth Bank Indonesia, jual MEID


Ian Whitehead dan Abiprayadi menandatangani kerjasama penjualan MEID.
Ian Whitehead dan Abiprayadi menandatangani kerjasama penjualan MEID.

Mandiri Investasi, Manajer Investasi nasional terbesar di Indonesia, bekerja sama dengan Commonwealth Bank Indonesia, salah satu bank distributor reksa dana teraktif di Indonesia, untuk penjualan produk reksa dana saham Mandiri Investa Ekuitas Dinamis (MIED). Commonwealth Bank Indonesia merupakan bank distributor pertama yang menjual produk MIED kepada nasabah retail.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Commonwealth Bank Indonesia, yang merupakan salah satu bank distributor teraktif dan terlengkap untuk penjualan reksa dana. Kerja sama ini merupakan salah satu strategi kami untuk memperluas target pasar produk reksa dana saham MIED dari yang sebelumnya hanya ditawarkan kepada investor institusional dan sekarang kepada investor retail,” ujar Direktur Utama Mandiri Investasi Abiprayadi Riyanto, yang akrab disapa Abi. MIED merupakan satu-satunya reksa dana saham di Indonesia yang alokasi portofolionya hanya fokus pada saham-saham di luar 20 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.


Produk ini menawarkan alternatif investasi dengan potensi imbal hasil tinggi bagi investor, dengan potensi kinerja yang lebih menarik dibandingkan IHSG. Sejak peluncurannya di bulan Maret lalu, MIED telah mendapatkan respon positif dari pasar, terutama dari investor institusional. Sampai dengan tanggal 11 Juli 2011, total dana kelolaan (AUM) MIED telah mencapai Rp 166,08 miliar dan telah memberikan imbal hasil sebesar 18,06% sejak diluncurkan.

Reksa dana saham merupakan salah satu produk investasi paling favorit bagi investor baik institusi maupun perorangan, termasuk nasabah perbankan. Berdasarkan data Bapepam-LK, sejak akhir tahun 2010 sampai dengan Juni 2011 total dana kelolaan reksa dana saham melonjak 22,57% dari Rp45,67 triliun menjadi Rp55,98 triliun, yang merupakan 35,64% dari seluruh total dana kelolaan reksa dana di industri sebesar Rp157,05 triliun di akhir Juni 2011 .

Tren positif terhadap reksa dana saham banyak disebabkan oleh peningkatan kepercayaan investor terhadap Indonesia dan konsistensi dari kinerja positif perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. “Sebagai manajer investasi nasional terbesar, yang memiliki pemahaman yang mendalam akan karakter pasar dan nasabah di Indonesia, kami melihat saham-saham dengan kapitalisasi pasar menengah dan kecil akan dapat memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang, mengingat saham-saham dengan kapitalisasi pasar yang besar cenderung mahal dan pergerakan harganya relatif kecil. Untuk itu, kami kembangkan produk reksa dana MIED untuk memenuhi permintaan nasabah dengan profil risiko agresif dengan horizon investasi jangka panjang,” lanjut Abi.

Commonwealth Bank Indonesia melihat peluang ini dan menyambut baik kerja sama dengan Mandiri Investasi. “Mandiri Investasi merupakan salah satu mitra jangka panjang kami di Indonesia. Kami melihat produk MIED memiliki keunggulan yang unik yang akan semakin memperkaya ragam produk reksa dana yang kami tawarkan kepada nasabah kami,” ujar Director of Retail and Business Banking Commonwealth Bank Indonesia, Ian Whitehead. “Dengan produk reksa dana saham unggulan seperti MIED, didukung oleh basis nasabah yang kuat yang dimiliki Commonwealth Bank Indonesia, kami yakin penjualan untuk produk ini dapat mencapai Rp 300 miliar sampai dengan akhir tahun,” tambah Ian.

MANDIRI - MIED
MANDIRI - MIED

Reksa dana saham merupakan salah satu produk favorit bagi nasabah Commonwealth Bank Indonesia dan terus mengalami pertumbuhan yang menggembirakan dalam penjualannya. Commonwealth Bank Indonesia merupakan salah satu mitra distribusi terbesar Mandiri Investasi yang telah memasarkan 7 produk reksa dana open-end dan beberapa produk reksa dana terproteksi dari Mandiri Investasi dengan total AUM hampir mencapai Rp1 triliun (per 11 Juli 2011).
“Kerja sama ini diharapkan dapat turut mendukung rencana strategis Commonwealth Bank Indonesia untuk mencapai pertumbuhan nasabah dan bisnisnya sebesar 30% di tahun 2011,” ujar Ian. MIED akan menjadi pilihan investasi menarik bagi nasabah Commonwealth Bank Indonesia yang menginginkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang.

Investor bisa mendapatkan produk reksa dana saham MIED di seluruh 85 kantor cabang Commonwealth Bank Indonesia yang terdapat di 26 kota di Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Sulawesi. Untuk setiap investasi, investor yang membeli produk MIED di Commonwealth Bank Indonesia akan dikenakan biaya pembelian (subscription fee) sebesar 1% dan biaya penjualan kembali (redemption fee) sebesar 0,5% jika dilakukan sebelum 6 bulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s