“Hati Merdeka ”, akhir besar dari Trilogi Merah Putih.


Hati Merdeka, akhir trilogi Merah Putih.

“HATI MERDEKA”, epik perang dengan unsur drama, intrik dan aksi yang mendebarkan. Siap menguncang perfilman Tanah Air mulai 9 Juni 2011 besok. Dua film pertama dari Trilogi MERAH DAN PUTIH ini telah mendapatkan respon yang positif baik di dalam maupun di luar negeri. memecahkan rekor box office untuk sebuah film perang di Tanah Air dengan angka yang mengejutkan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan juga rekor penjualan yang produktif di lebih di 12 negara di seluruh dunia, bahkan muncul di bioskop, TV, DVD dan Blueray mulai dari Inggris dan Eropa ke Cina dan penjuru dunia lainnya.


“Ini membuktikan bahwa kisah pengorbanan para pendiri bangsa ini dan nilai-nilai bangsa kita akan persatuan, toleransi umat beragama, dan kebebasan atau kemerdekaan menginspirasi generasi muda/generasi penerus bangsa baik itu di negeri sendiri ataupun penonton di seluruh dunia,” ujar Hashim Djojohadikusumo, produser eksekutif Trilogi Merah Putih yang sangat diakui. “Maka, dengan bangga saya menginformasikan kepada anda semua bahwa HATI MERDEKA akan diputar serentak di bioskop pada 9 Juni nanti.”

Dipersembahkan oleh PT. Media Desa Indonesia milik Hashim dan diproduksi oleh Margate House Films, sebuah perusahaan produksi film internasional milik Rob Allyn yang juga adalah partner produser eksekuti, epik menegangkan ini dikemas lebih besar dengan muatan action lebih banyak dibandingkan dengan DARAH GARUDA.

Hati Merdeka (Media Desa Indonesia, 2011)

Dua dari film trilogy ini yang sudah keluar di pasaran, MERAH DAN PUTIH dan DARAH GARUDA, telah diputar di berbagai festival film internasional seperti di Cannes, Berlin, Pusan, Dallas, Los Angeles, Amsterdam, Mumbai dan Bangkok dan meraih sukses besar, memenangkan penghargaan untuk Film Terbaik, Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, People’s Choice dan banyak lagi nominasi lain seperti Aktor Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Pendatang Baru Terbaik untuk para pemeran film ini seperti Donny Alamsyah, Lukman Sardi, Rahayu Saraswati dan Aldy Zulfikar.

“Yang lebih penting lagi, kami sungguh tergugah dengan tanggapan dari para penonton yang terinspirasi oleh film ini, oleh sentimen nasionalisme, persatuan dan toleransi yang mulai luntur bahkan mungkin hilang dari Indonesia akhir-akhir ini,” lanjut Hashim. “Kami terharu dengan cara film kami, yang telah diproduksi dengan begitu banyak kerja keras dan sepenuh hati serta penuh dedikasi oleh para pemain yang brilian, sutradara, penulis dan kru, ternyata telah berhasil menyentuh begitu banyak orang Indonesia, terutama orang-orang muda untuk membangkitkan kembali kebanggan kita menjadi orang Indonesia.”

Disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn, HATI MERDEKA mempersatukan tim perfilman mumpuni yang terdiri dari penata sinematografi terbaik Indonesia Yadi Sugandi (LASKAR PELANGI, UNDER THE TREE, THE PHOTOGRAPH) dengan gaya penyutradaraan yang penuh ledakan dan berani oleh sutradara muda berbakat Conor Allyn, yang gaya berceritanya sebagai sutradara terbukti sukses lewat film tahun lalu DARAH GARUDA, yang menggabungkan drama dan action dan gaya naratif yang baik yang telah dibandingkan oleh para kritikus kepiawaiannya seperti film klasik GUNS OF NAVARONE dan THE DIRTY DOZEN. Bersama-sama, Yadi Sugandi dan Conor Allyn menyutradarai sebuah saga perang di darat, laut dan udara yang bergerak cepat dan sangat hidup, sebuah film trilogi yang dapat dikatakan paling besar dalam sejarah perfilman nasional, dengan para profesional di bidangnya, yang penuh dengan aksi, ketegangan, kejutan, intrik, roman, humor dan kualitas akting dramatis yang luar biasa dari para pemain berbakat di Asia Tenggara ini.

Hati Merdeka (Media Desa Indonesia , 2011)

Trailer HATI MERDEKA, yang dirilis di Youtube http://www.youtube.com/watch?v=RbHGluyY8Kg pada 16 Mei 2011 dan telah diputar di bioskop-bioskop memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana para pahlawan ini menghadapi pertempuran laut, melarikan diri dengan berkuda, konflik internal, tank, dan senapan pelontar api dalam perjalanan epik mereka ke Bali untuk melacak penjahat perang Belanda, Kolonel Raymer yang hidup di camp tentara pada masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II – sebuah kisah fiksi yang berdasarkan pada kekejaman sesungguhnya yang dilakukan oleh Raymond Westerling dan KNIL dimana mereka telah membunuh sekitar 40.000 orang sipil pada masa penjajahan Belanda.

Dengan latar belakang masa-masa kelam revolusi di awal tahun 1948, HATI MERDEKA mengikuti perjalanan sekelompok kadet yang kemudian menjadi pasukan gerilya elit setelah kejadian pembunuhan massal para kadet calon prajurit di tahun 1947 (sebuah cerita yang didasarkan kisah nyata tentang perang yang mengakibatkan terbunuhnya kedua paman Hashim pada peristiwa Lengkong tahun 1946). Diperankan secara apik oleh semua bintang film muda Indonesia (Donny Alamsyah, nominasi sebagai Aktor Terbaik untuk MERAH PUTIH di Festival Film Bandung 2010, T. Rifnu Wikana dan Lukman Sardi, nominasi sebagai Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik untuk DARAH GARUDA baru-baru ini di Indonesia Movie Awards, bersama dengan Aldy Zulfikar sebagai Pendatang Baru Terbaik memerankan serdadu kecil bernama Budi), Rahayu Saraswati, pemenang Aktris Terbaik di Bali International Film Festival 2009 untuk Merah Putih dan Darius Sinathrya yang memiliki peran terbesarnya dalam film ini.

Rahayu Saraswati - Hati Merdeka (Media Desa Indonesia ,2011)

Setelah menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota kelompok ini, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir (Lukman Sardi) dari Angkatan Darat. Tanpa pemimpin dan dengan dirundung kesedihan karena kehilangan mereka, para kadet membawa dendam mereka dalam perjalanan misi mereka ke Bali tempat Dayan yang bisu (T. Rifnu Wikana) tinggal, untuk membalas dendam kepada Belanda. Mereka dikirim ke Bali untuk membunuh Kolonel Raymer (Michael Bell, aktor berbakat dari Inggris yang meninggal April lalu), yang telah membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah) di awal trilogi ini. Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru dari kelompok kadet ini. Menghadapi meriam kapal perang Belanda, Marius yang playboy dan peminum (Darius Sinathrya) harus mengatasi rasa takutnya karena persaingannya dengan Tomas untuk memperebutkan Senja, seorang gadis berdarah biru (Rahayu Saraswati).

Ranggani Puspandya - Hati Merdeka (Media Desa Indonesia, 2011)

Sesampainya di Bali, kelompok taruna ini menyelamatkan Dayu (pemeran baru Ranggani Puspandya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL Kolonel Raymer, tapi salah satu dari kelompok kadet ini hampir saja mati terbunuh. Saat teman mereka sedang berjuang antara hidup dan mati, kelompok kadet ini bertemu dengan pemimpin pemberontak bawah tanah Wayan Suta (diperankan oleh penyanyi Nugie). Tomas bentrok dengan pimpinan mereka terdahulu, Amir (Lukman Sardi) saat mereka merencanakan serangan terakhir untuk melawan milisi Raymer yang menimbulkan pertanyaan: Sejauh mana revolusi ini bisa menghancurkan kejahatan dan tetap mempertahankan idealismenya?

Nugie - Hati Merdeka (Media Desa Indonesia ,2011)
Sebuah film perang di darat, laut dan udara yang merupakan sebuah film trilogi terbesar dan terprofesional dalam sejarah bangsa ini. Film yang dikemas dalam gabungan aksi, pembunuhan, twists and turn, intrik, roman, humor dan cerita drama yang kuat yang diperankan oleh para bintang film terbaik Asia Tenggara.

Dikemas dalam film 35 mm dan berdurasi 97menit, HATI MERDEKA berhasil menyatukan para ahli terbaik di bidang efek khusus dan teknis dari Hollywood films. Seperti Koordinator Efek Khusus Adam Howarth (SAVING PRIVATE RYAN, BLACKHAWK DOWN) dan Ahli Persenjataan John Bowring (THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, WOLVERINE), dan Koordinator Pemeran Pengganti Scott McLean (THE PACIFIC, MATRIX)

Dengan Yadi Sugandi dan Conor Allyn sebagai sutradara, HATI MERDEKA juga membawa para ahli dari Make-Up and Visual Effects Artist yang juga nominator Academy Award (Oscar): Conor O’Sullivan (THE DARK KNIGHT, SAVING PRIVATE RYAN, BRAVEHEART), Asisten Sutradara Andy Howard (FROM HELL, WANTED, HELLBOY) and Teknisi Efek Khusus Graham Riddell (ROBIN HOOD, BATMAN BEGINS, STAR WARS I, BAND OF BROTHERS, KINGDOM OF HEAVEN).
Disunting oleh penyunting gambar terbaik Indonesia Sastha Sunu dengan musik oleh komposer peraih penghargaan Thoersi Argeswara yang musiknya dimainkan oleh Beijing Philharmonic Orchestra, DARAH GARUDA menampilkan sebuah ensemble cast jajaran para bintang: Donny Alamsyah (FIKSI, 9 NAGA, GIE), Rahayu Saraswati (MERAH PUTIH), T. Rifnu Wikana (KADO HARI JADI, LASKAR PELANGI), Lukman Sardi (QUICKIE EXPRESS, GIE), Astri Nurdin (MERAH PUTIH, SEHIDUP TAK SEMATI), Darius Sinathrya (UNGU VIOLET, D’BIJIS, NAGA BONAR JADI 2), dan memperkenalkan Nugie dan Ranggani Puspandya, yang telah berakting luar biasa sebagai pemberontak Bali dalam HATI MERDEKA.

Bangkit dan jayalah perfilman Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s