Kwik Kian Gie: Institusi Pendidikan Bukan Untuk Cari Untung.


Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi serta indikator keberhasilan sebuah bangsa. Oleh karena itu, menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk menghasilkan SDM yang berkualitas serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global.


Jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat, namun kualitas lulusan perguruan tinggi belum sepenuhnya memenuhi permintaan pasar akan SDM yang berkompeten dan siap kerja. Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak bertambahnya jumlah pengangguran sarjana di Indonesia.

Fenomena pengangguran sarjana merupakan kritik bagi perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang berkualitas tinggi dan kompeten. Hal ini menjadi tantangan bagi institusi pendidikan untuk berperan lebih baik dalam memberikan pendidikan yang berkualitas. Menanggapi hal tersebut, ekonom Indonesia yang juga merupakan salah satu pendiri Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) Kwik Kian Gie berkomentar, “Institusi pendidikan harus kembali ke fungsi awal, yaitu memberikan kualitas pendidikan terbaik bagi para mahasiswanya dan tidak untuk untuk mencari keuntungan. Kualitas pendidikan tinggi yang baik akan menghasilkan sumber daya berkualitas yang tidak hanya dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perusahaan, tapi juga dapat menciptakan usaha dan lapangan kerja.” Demikian di katakan hari ini.

IBII sebagai institusi pendidikan tinggi nirlaba selama ini secara konsisten menjalankan program pemberian beasiswa setiap semesternya kepada para mahasiswa berprestasi dengan nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) penuh 4.00.

Menurut Rektor IBII Haryanto, Ph.D, beasiswa prestasi akademik ini diberikan kepada mahasiswa – mahasiswi iBii yang berprestasi pada suatu semester dengan tujuan mengapresisasi pencapaian yang mereka peroleh dan memberi semangat kepada mereka agar terus berprestasi pada semester-semester berikutnya. Dengan beasiswa ini, mahasiswa penerima dibebaskan biaya SKS pada semester berikutnya.

Pada semester pertama di tahun 2011 ini saja, IBII memberikan 75 beasiswa kepada para mahasiswa berprestasi dari enam program studi yang berada di semester 3 sampai semester 8, sekitar 3% dari total jumlah mahasiswa. Jumlah pemberian beasiswa ini meningkat 11% dari periode sebelumnya, sebanyak 64 orang.

“Mengemban misi untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang bisnis dan informasi sesuai dengan tuntutan zaman, kami berharap dengan adanya pemberian beasiswa ini, para penerima beasiswa dapat terus termotivasi untuk mempertahankan prestasi terbaik mereka. Kami juga berharap program beasiswa ini dapat menginspirasi para mahasiswa kami lainnya untuk terus bekerja keras meraih prestasi yang membanggakan baik bagi diri sendiri, keluarga, IBII dan tentunya bagi bangsa Indonesia,” tutup Haryanto.(HQM/Ist)

One thought on “Kwik Kian Gie: Institusi Pendidikan Bukan Untuk Cari Untung.

  1. Kepada yth,
    Bpk. Kwik Kian Gie,
    Dengan hormat,
    Kami sangat tertarik dengan ulasan ini, kami mempunyai problem sebagai berikut:
    1. Anak kami saat ini sedang duduk di kelas 9 SMP Pangudi Luhur Ambarawa Kab. Semarang, dan sudah
    terima di SMK PIKA Semarang ( Yayasan Kanisius) lewat test reguler gelombang kedua.
    2. Kami sangat kaget dengan perincian keuangan yang kami terima dari pihak SMK PIKA Semarang yang
    menurut kemampuan ekonomi kami walaupun pakai calculator apapun tidak mampu kami bayar sbb:
    a. Dana Pengembangan Rp.7.000.000 ( keringanan diangsur sampai Mei 2015) setelah kami bertemu
    dengan Ketua Yayasan hanya dikurangi Rp.1.000.000 dari Rp.8.000.000,
    b. Uang praktek Rp.3.850.000 pertahun (diangsur 2 kali)
    c. Uang kegiatan Rp. 680.000 pertahun (bayar sekali)
    d. Uang Seragam Rp.605.000
    e. Uang buku Rp.280.000
    f. Uang Angsuaransi Rrp. 40.000 pertahun.
    3. Biaya tersebut belum termasuk uang asrama, uang makan, dll.
    4. Penghasilan kami tidak mecukupi untuk 3 orang anak, Istri tidak bekerja.
    5. Kami sangat bingung sementara anak kami sudah sangat bangga diterima disekolah tersebut, kami
    sudah berusaha ke Yayasan masih tidak ada penurunan dari yang dimintakan.
    6. Kami sangat berharap apakah mempunyai solusi bagi kami, syukur dapat membantu anak kami.
    7. Terima kasih dan mohon maaf kami sangat lancang memnyampaikan permasalahan kami.

    Salam dan dari kami

    Hubertus Jerahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s