Flash Mob Mizone Di Bandung


Hampir semua orang mulai akrab dengan istilah flash mob, apalagi setelah salah satu brand minuman menjadikan flash mob sebagai iklan di TV yang diadakan di Jakarta, lebih dari 1000 orang di Jakarta mengikuti flash mob yang dikatakan sebagai flash mob terbesar di Indonesia. Setelah Jakarta berhasil, giliran Bandung membuktikan bahwa flash mob Bandung pun bisa lebih heboh dari sebelumnya.


Kenapa Bandung? Karena menurut polling yang diadakan di website resmi flash mobindonesia.com, Kota Kreatif ini menempati urutan pertama dengan persentase peminat sekitar 48%.

Flash mob sebagai sebuah gerak secara bersamaan tanpa pengumuman resmi sebelumnya sehingga orang-orang di sekelilingnya terkejut dan membuat suasana yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Untuk kali ini, tidak hanya anak-anak muda yang ikut flash mob namun juga ibu-ibu pun tak mau ketinggalan eksis mengikutinya. Tak disangka tak dinyana ternyata peserta acara ini berjumlah sekitar 600 orang loh..!
Minggu 5 Desember 2010 di area Car Free Day Dago, di dekat taman Dago, bawah jembatan layang Pasupati. Ketika semua orang sedang melakukan kegiatan pagi seperti lari atau bersepeda, para mobbers sudah datang dari pagi dan mulai melakukan “penyamaran” berbaur dengan pengunjung lain, jangan sampai orang sekitar mengetahui bahwa kita adalah mobbers yang nantinya melakukan flash mob.

“Doom da da di da di doom.. Everybody’s gonna love today, gonna love today, gonna love today.” Ya.. musik yang dilantunkan oleh Mika mulai terdengar di area acara dan salah satu dancer bertopi mengambil tempat dan mulai mengajak “pengunjung” – yang bisa ditandai dengan baju warna-warni yang dikenakan sebagai kostum para mobbers – mengikutinya untuk menari. Lalu sedikit demi sedikit mobbers lainnya bergabung dan membentuk posisi melingkar sembari lincah menari-nari, diiringi oleh pengikut berikutnya yang masuk sesuai kelompoknya. Dan bagian paling seru adalah ketika para mobbers perbaris mulai menunduk ke belakang dan bangkit ke arah depan, layaknya gerakan Mexican wave yang biasa kita saksikan di acara pertandingan sepakbola atau basket. Dalam waktu beberapa menit, daerah Dago pun dihiasi oleh warna-warni ngejreng yang bergerak kesana-kemari, membentuk satu kesatuan yang ciamik.

Satu bagian kocak tentang sang flash mob ini, setelah melakukan gerakan-gerakan yang mengundang perhatian sekitar, para mobbers pun kembali berbaur dengan pengunjung sekitar, seolah tidak terjadi apa-apa. Jadi, bagaimana membedakan para mobbers ini, pembaca? Ya… kami sepintas melihat pin bertuliskan “GUE IKUTAN MIZONE FLASH MOB” yang dikenakan oleh para muda-mudi sekitar kami. Tercatat lebih dari 900 orang yang datang dan eksis berpartisipasi sebagai mobbers resmi hari itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s