IPMI, Tumbuhkan Semangat Wirausaha Berwawasan Lingkungan.


Industri wirausaha kini menjadi satu sektor yang digalakkan Pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk kalangan remaja sekolah menengah. Melalui programnya, Pemerintah terus mendorong siswa sekolah menengah mengejar kesempatan yang ada untuk mengembangkan usaha serta membangun lapangan kerja sendiri.


Berlatar belakang hal tersebut, IPMI Business School mengajak remaja di berbagai sekolah menengah di Jakarta untuk mengembangkan potensi bisnis yang ada di dalam diri sambil menunjukkan kepedulian pada lingkungan melalui kegiatan Green Action di Kampus IPMI Business School, Jakarta yang digelar hari ini di lingkungan kampus.
“Sebagai sekolah bisnis di Indonesia yang mengarahkan mahasiswanya untuk mengembangkan potensi kewirausahaan di dalam diri, kami ingin mengajak siswa-siswa sekolah menengah tingkat atas di Jakarta untuk menggali semangat kewirausahaan sejak dini. Mengapa penting menerapkan konsep Green dalam strategi bisnis, hal ini karena akan menjamin keberlangsungan bisnis itu sendiri. Disamping itu, wirausahawan muda juga bisa sekaligus tertantang untuk menggali kreativitas, mengembangkan bisnis memanfaatkan limbah, serta sekaligus menanamkan rasa cinta lingkungan,” ujar Budi W. Soetjipto, Direktur Eksekutif IPMI Business School.

Dalam Green Action, IPMI mengundang lebih dari sepuluh SMA di Jakarta untuk berpartisipasi menjadi contoh kreatif muda yang peduli kepada lingkungan. Dalam kegiatan ini, perwakilan sekolah yang ikut serta mendirikan booth untuk menunjukkan hasil karya daur ulang para siswanya sehingga menjadi komoditi menarik yang dapat dijual kembali ke pasaran.

Tidak hanya menanamkan kemandirian untuk berwirausaha, melalui Green Action IPMI Business School kembali mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar dengan mengolah kembali barang yang sudah digunakan namun sulit terurai melalui prinsip reduce, recycle, reuse. Prinsip ini tercermin di seluruh acara yang ditampilkan dalam kegiatan Green Action seperti pada barang-barang hasil kreativitas siswa di berbagai booth yang ada, re-useful contest dengan menciptakan produk-produk daur ulang, termasuk fashion show dan cheerleaders competition menggunakan kostum dari bahan daur ulang sesuai dengan tema go green yang diusung.

Sementara untuk menggali potensi dan memupuk semangat wirausaha, dalam kegiatan satu hari ini IPMI Business School juga mengadakan business and motivation talks dengan tema “Save the Earth be an Angel of Change” yang ditujukan kepada siswa SMA dengan pembicara Dosen Managerial Communication dan Corporate Governance IPMI Business School Amelia Naim Indrajaya. “Dalam menjalankan bisnis, banyak dari kita yang memulainya dari nol. Bahkan terkadang, banyak dari kita yang mengalami kegagalan di masa-masa awal usaha dan terkadang kita lupa tujuan yang kita tetapkan di awal. Disinilah, tekad serta keteguhan seseorang pebisnis diuji, apakah ia mundur atau justru timbul rasa penasaran yang akhirnya menggelitiknya untuk memutar kreativitas menghasilkan sesuatu yang unik dan belum terpikir oleh orang lain. Pada akhirnya, mereka yang berhasil mengubah sesuatu from nothing to something akan menambah nilai masyarakat di sekitarnya, from no one to someone”, ujar Amelia Naim Indrajaya.

Tidak hanya untuk para siswa, pada kesempatan ini IPMI Business School juga mengadakan seminar bertema “Discovery Learning = The Holy Purpose of Learning” untuk guru-guru sekolah menengah atas. Seminar ini diharapkan dapat membantu para guru untuk menemukan kembali tujuan dasar dalam mengajar yang menjadi salah satu kunci keberhasilan generasi muda Indonesia.

Dalam perkembangan suatu negara, sektor wirausaha memegang peranan yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian di dalamnya. Sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dalam mengubah pola pikir generasi muda bukan untuk mencari pekerjaan namun menciptakan lapangan pekerjaan, IPMI Business School sadar bahwa semangat kewirausahaan perlu dipupuk sejak dini. Hal ini dikarenakan selain menjadi tulang punggung yang memperkuat perekonomian, sektor wirausaha juga dinilai mampu mengurangi angka pengangguran.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah penganggur pada Februari 2010 mencapai 8,59 juta jiwa. Sementara untuk membangun perekonomian bangsa, negara membutuhkan jumlah pengusaha minimal dua persen dari seluruh populasi penduduk, jika kita terapkan di Indonesia angka tersebut berarti 4,8 juta penduduk.

“Kami melihat banyak potensi wirausaha andal di kalangan usia sekolah menengah, namun calon wirausahawan ini terkadang bingung bagaimana cara mengembangkan kemampuan mereka. Berdasarkan hal tersebut kami berharap dapat membantu serta membuka jalan mereka yang ingin menjadi pengusaha-pengusaha hebat masa depan.

Tentunya bukan hanya pengusaha yang peduli terhadap perkembangan bisnisnya, tetapi juga pengusaha yang mempunyai sikap peduli dan menjaga lingkungan serta masyarakat sekitarnya,” ujar Budi menegaskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s