Pelindo II dan PBM Sepakat Tingkatkan Layanan


PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjung Priok dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) sepakat untuk meningkatkan layanan bongkar muat di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok. Kedua pihak
sepakat untuk berkomitmen memberikan jaminan agar pelayanan kapal, barang dan peti kemas di pelabuhan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Kesepakatan yang dicapai Pelindo II Cabang Tanjung Priok dan PBM ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi sistem logistik perekonomian nasional yang kuat dan mampu bersaing di kawasan regional Asia.


Untuk di tingkat pelayanan, pokok – pokok kesepakatan mencakup tiga target yang harus dicapai oleh pihak operator pelabuhan dan perusahaan bongkar muat. Target tersebut berkaitan dengan komitmen untuk pola kerja 24 jam sehari tujuh hari seminggu (24/7), berthing time atau lamanya waktu tambat kapal di dermaga untuk menyelesaikan bongkar muat, kecepatan bongkar muat barang dan peti kemas serta produktivitas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang dihitung berdasarkan rata – rata ton muatan yang dibongkar muat yang diukur dengan satuan ton/gang/hour (TGH). Selain itu, dalam kesepakatan ini, PBM juga diwajibkan untuk melaksanakan sistem penyediaan dana secara online/Cash Management System (CMS).

Berkaitan dengan disepakatinya peningkatan layanan bongkar muat antara Pelindo II Cabang Tanjung Priok dan PBM, General Manager Pelindo II Cabang Tanjung Priok Cipto Pramono mengatakan, “Pelindo II berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan melalui kerjasama dengan mitra perusahaan bongkar muat ini, untuk memacu kompetisi positif dalam hal pelayanan dengan menerapkan sistem reward and punishment.”

Kinerja Pelabuhan Tanjung Priok Saat ini, kinerja pelayanan kapal khususnya untuk waiting time kapal di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami peningkatan yang cukup signifikan di mana rata-rata waktu tunggu adalah satu jam.

Kegiatan arus barang melalui dermaga konvensional Pelabuhan Tanjung Priok sampai dengan Semester I 2010 tercatat 21.231.330 ton, yang terdiri dari ekspor 2.399.990 ton, impor 6.535.094 ton, untuk perdagangan antar pulau bongkar 7.409.954 ton dan muat 4.886.293 ton. Jika dibandingkan pencapaian tahun lalu dalam periode yang sama sebesar 19.817.563 ton, arus barang melalui dermaga konvensional Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kenaikan 7,1% atau 1.413.767 ton.

Sementara itu untuk perdagangan internasional, arus barang impor mengalami kenaikan 15,4% atau 874.990 ton di mana pada semester I 2010 arus barang sebesar 6.535.094 ton, sedangkan pada tahun lalu hanya 5.660.104 ton. Kenaikan arus barang impor ini sejalan dengan meningkatnya permintaan beberapa terhadap beberapa produk untuk impor, seperti beras, jagung, gandum, makanan ternak, kimia cair, steel dan besi tua. Di lain pihak, kapal luar negeri yang mengangkut komoditi produk impor barang strategis seperti kacang kedelai dan tapioka mengalami penurunan.

Untuk barang ekspor, terdapat kenaikan sebesar 0,5% atau sebesar 12.332 ton di mana tahun ini arus ekspor mencapai 2.399.990 ton sementara tahun sebelumnya hanya mencapai 2.387.658 ton. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor beberapa komoditi barang strategis seperti crude palm oil (CPO), semen, klinker dan beberapa produk kayu.

Pada perdagangan antar pulau, arus barang yang dibongkar mengalami penurunan sebesar 9,9% yaitu 816.651 ton. Pada semester I 2010, arus barang hanya mencapai 7.409.954 ton, sementara pada tahun lalu mencapai 8.226.605ton. Penurunan arus barang dibongkar ini sejalan dengan menurunnya permintaan terhadap komoditas CPO, kimia cair, semen bag dan semen curah, pipa serta alat berat berupa excavator.

Sementara itu, arus barang yang diberangkatkan (muat) melalui dermaga konvensional tahun ini mencapai 4.870.193 tol. Hal ini mengalami kenaikan sebesar 37,7% atau 1.333.144 ton jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebesar 3.537.049 ton. Barang dimuat yang dominan terdiri dari atas semen bag, general cargo, klinker serta peti kemas antar pulau.

Arus peti kemas melalui dermaga konvensional Pelabuhan Tanjung Priok pada semester I 2010 ini mencapai 901.042 TEUs (Twenty-feet Equivalent Unit) atau sebesar 756.204 box. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 sebesar 309.496 Teus atau 5,3 % untuk TEUs-nya dan 261.376 box atau 52,8% untuk box-nya. Pada tahun 2009, arus
peti kemas adalah sebesar 591.546 TEUs atau 494.828 box.

Total arus kunjungan kapal adalah 8.821 unit atau 50.158.837 GT (Gross Tonase), dengan rincian kapal luar negeri sebanyak 2.348 unit atau 32.120.445 GT, kapal dalam negeri 6.383 unit atau 17.868.209 GT dan kapal negara atau tamu atau lainnya mencapai 90 unit atau 170.124 GT. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, arus kunjungan kapal mengalami kenaikan sebesar 1,9% atau 697 unitnya dan 10,1% atau 6.094.071 GT-nya. Pada semester I tahun 2009, total arus kunjungan kapal hanya sebesar 8.656 unit atau 45.547.416 GT.

Kenaikan tajam justru terjadi pada arus kapal dalam negeri sebesar 4,4% atau 270 unit, di mana pada tahun lalu hanya sebesar 6.113 unit atau 14.512.386 GT. Sementara arus kunjungan kapal luar negeri mengalami penurunan sebesar 4,6% atau 115 unit, jika dibandingkan dengan tahun lalu hanya sebesar 2.463 unit atau 30.825.567 GT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s