Esia (Bakrie Telecom) akan daur ulang 50.000 Ponsel.


Sebagai operator jaringan bergerak, Esia (Bakrie Telecom.Tbk) menyampaikan komitmennya untuk menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

Disampaikan Oleh Presiden Direktur Bakrietel.Tbk, Anindya N. Bakrie menyatakan bawha sebagai perusahaan yang telah berkembang bersama masyarakat, maka PT. Bakrie Telecom.Tbk, menyadari dampak teknologi komunikasi bagi lingkungan hidup. Oleh karena itu, perlu langkah cepat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya Indonesia.


Sebuah inisiatif telah dilakukan dengan mencanangkan program jangka panjang yang bernama “Hijau Untuk Negeri” atau “Green for The Nation”. Dicanangkan mulai hari ini, di Jakarta dengan disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring.

Tujuan program ini adalah untuk menghemat energi, mengurangi sampah, menghijaukan supply chain, meningkatkan efesiensi pemakaian kertas dan air, serta mendukung kesadaran lingkungan. Menurutnya, hal ini bukan semata-mata masalah tanggung jawab sosial belaka, namun lebih kepada bisnis yang lebih baik, lebih menguntungkan dan ramah lingkungan.

Pengurangan pemakaian kertas, termasuk mengurangi pemakaian di kantor dan efesiensi kemasan kartu perdana maupun isi ulang, menurutnya sama dengam menyelamatkan timbunan kertas seluas 52 kali pulau Jawa. Demikian ditambahkan oleh Tariq Agustiansyah, GM Product Operation.

Untuk menjalankan strategi perusahaan tersebut, Bakrie Telecom. Tbk., mengeluarkan kebijakan yang komprehensif dimana tujuan target-target tersebut akan terus di perbaharui setiap tahunnya. Ada 4 sasaran pokok untuk melakukan “Hijau Untuk Negeri”, Pertama dengan menggunakan ulang atau mendaur ulang 75 % limbah elektronik yang dihasilkan network dan IT selama tahun 2011. Kedua, memastikan bahwa pada tahun 2011, 50 % belanja modal perusahaan digunakan untuk menciptakan rantai suplai yang ramah lingkungan, baik dengan para partner maupun dengan berbagai pihak yang melakukan kerja sama dengan Bakrie Telecom.Tbk. Ketiga, mengumpulkan 50 ribu handset bekas untuk digunakan kembali atau di daur ulang hingga tahun 2012. dan Kelima, dengan mengurangi 50 persen emisi gas rumah kaca pada setiap pelanggan, sejak tahun 2009 hingga 2014.


Bakrie Telecom, Tbk demi mensukseskan program tersebut, telah menggandeng sejumlah pihak, pertama Global e-Suistainability Initiative. Kedua, The Climate Project dan MALK Suistainability Parteners yang berkedudukan sebagai penasihat bagi Bakrie Telecom dalam melakukan program yang berkesinambungan ini.

Menurut Andrew Malk, managing partner dari MALK Suistainability Partner, bahwa Bakrie Telecom merupakan perusahaan yang inovatif dan pro aktif, serta memegang komitmen yang kuat terhadap kepedulian lingkungan dalam setiap aktifitasnya. Bagi dia, Bakrie telecom bukan hanya sebuah perusahaan, namun juga eloborator dalam mengembangkan semangat kepedulian dan pelestarian lingkungan ke seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s