Ausie Menguat, RBA Akan Naikkan Suku Bunga.


Dolar Australia menguat pada perdagangan Senin (25/10) setelah penyataan dari Gubernur Bank Sentral Australia serta data ekonomi terbaru dari Australia.


Naiknya mata uang ini terasa sejak akhir pertemuan G20 akhir pekan lalu di Korea Selatan yang mengisyaratkan untuk menjauhi kompetisi devaluasi dan lebih menekankan sistem nilai tukar berdasarkan pasar. Hasil ini dianggap sebagai suatu sinyal positif bagi kurs yang lebih beresiko seperti Ausie.

Renacana pengambilalihan Australia’s stock exchange oleh Singapore Exchange Ltd. juga menjadi sentimen lokal penguat lainnya.

berpijak disini, fokus pasar akan lebih tertuju pada data inflasi domestik yang akan terbit Rabu besok. Data ini akan menjadi kunci akan sejauh mana pihak Reserve Bank of Australia melakukan kebijakan suku bunga kedepannya. Sejak Mei, suku bunga masih di 4.50%. Diperkirakan Inflasi Australia akan sebesar 0.7% kuartal ini dan 2.6% dari tahun lalu.

Dalam pernyataannya, Gubernur RBA Glenn Stevens menyatakan harapannya untuk menaikkan suku bunga dibulan yang akan datang akibat naiknya harga komoditi serta untuk mencapai target inflasi saat ini.

Pada 0445 GMT, Dolar Australia diperdagangkan pada kisaran US$0.9941, naik dari US$0.9833 pada penutupan perdagangan Jumat dan diperdagangkan pada Y80.505 naik dari Y79.79.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s