Harga Minyak Melambung Ke $83.



Harga komoditi minyak mentah naik pada perdagangan Jumat (08/10) menjadi kenaikan minggu ketiga secara beruntun atas naiknya ekspektasi investor akan kemungkinan The Fed luncurkan kebijakan stimulus lanjutan. Data ekonomi, Non Farmpayroll, yang jeblok 95 ribu semakin memperkuat spekulasi tersebut.


Kebijakan The Fed tersebut akan berdampak terhadap depresiasi Dolar AS. Dimana hal ini membuat harga minyak secara relatif lebih murah bagi negara-negara dengan denominasi bukan Dolar, dalam melakukan transaksi.

Sentimen penggerak kenaikan harga minyak juga berasal dari perkembangan terakhir pemogokan di pelabuhan Perancis yang memasuki hari ke 12. Hal ini menimbulkan ancaman distribusi minyak dari Eropa. Disisi lain, pernyataan Departemen Pertanian AS akan menurunnya panen Jagung, membuat harga ethanol meningkat tajam.

Harga minyak mentah AS untuk pengiriman November naik 99 cents, atau 1.21 percent, ke $82.66 per barrel, kisaran perdagangan antara $80.30 hingga $83.13. Selama sepekan ini minyak telah naik $1.08, atau 1.32 percent.

Minyak Brent London untuk bulan November naik 60 cents, atau 0.72 percent, ke $84.03 per barrel. Brent selama seminggu naik 28 cents yang merupakan kenaikan selama tujuh pekan beruntun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s