Film Madame X; Eksistensi Kaum Marjinal.



Selama ini, publik mengenal Nia Dinata sebagai sutradara yang juga memproduksi film-film bagi sutradara muda Indonesia seperti Joko Anwar, Dimas Djayadiningrat, dan lainnya. Hal yang konsisten dari Nia Dinata adalah selalu mengangkat issue-issue sosial dan keberpihakan pada kaum minoritas dalam film-filmnya yang jujur dan mengkritisi kemapanan, dengan sentilan sentilan komedinya.


Kali ini, Nia bekerjasama dengan Lucky Kuswandi yang sebelumnya merupakan rekan produser dalam film documenter Pertaruhan (2008) yang menempatkan posisi film documenter Indonesia sejajar dengan karya documenter world cinema, dengan premiernya di Berlin International Film Festival.

Lucky Kuswandi sendiri sebelumnya merupakan seorang penulis skenario dan sutradara lulusan dari the Art Center College of Design Los Angeles Amerika Serikat, yang terkenal dengan
Karya-karya film pendeknya. Karya film pendeknya: SAMPAI BESOK (UNTIL THE MORNING COMES), NONA, NYONYA? (MISS, MRS?) –bagian dari antologi “Pertaruhan” Produksi Kalyana shira, A LETTER OF UNPROTECTED MEMORIES – bagian dari omnibus “9808” , dan STILL. Film Madame X ini menjadi awal dari
karya film panjang dari Lucky.

Cerita film ini berdasarkan ide dari Amink dimana skenario ditulis bersama-sama oleh Agasyah Karim dan Khalid Kashogi yang pernah menulis skenario dan menyutradarai film “Gara-Gara Bola”.

Dikisahkan dalam film ini, ketika Ibukota di sebuah negeri antah berantah terancam oleh kemunculan KANJENG BADAI dan partai politiknya yang militan dan homophobia, keselamatan negeri ini bergantung pada ADAM, seorang penata rambut yang kemayu. Dengan kekuatan tas make-up dan peralatan dandan, juga perpaduan seksi antara seni bela diri dan gerak tari, Adam harus mengalahkan Kanjeng

Badai dan istri-istrinya dengan gemulai sebelum Kanjeng Badai memenangkan pemilu. Akankah sepatu berhak tinggi-nya berubah menjadi pantofel, riasan glitter-nya menjadi debu, atau celana kulit-nya jadi celana kain? Ketika semua menjadi samar, hanya satu yang pasti: Adam harus memenuhi takdirnya sebagai seorang Super hero MADAME X, super hero pembela kaum minoritas.

Film ini merupakan film Indonesia pertama yang menonjolkan super hero modern dengan mengkombinasi adegan action-nya dengan teknik computer graphic animation.

Dalam Film ini juga ditekankan pada kostum yang tidak tanggung-tanggung dengan melibatkan kolaborasi antara fashion designer berbakat, Jeffry Tan yang mendesain kostum para tokoh antagonis, yang diperankan oleh Marcell Siahaan, Titi DJ, Sarah Sechan dan Shanty serta Lenny Agustin designer yang sering mengolah batik, dan kali ini merancang kostum para penari.

Sountrak film ini cukup bagus. Menurut para penata musik dalam film ini menyatakan bahwa beberapa bagian sountrak film ini memang dipengarhi musik atau suara-suara dari anime atau kartun-kartun Jepang, termasuk film Gaban.

Film ini dihiasi lagu-lagu yang juga dibawakan sebagian oleh pemainnya. Selain Tika & The Dissidents, ada juga Shanti, 3 Bunda (Titi DJ, Sarah Sechan dan Shanty), serta Marcell. Lagu tema film ini banyak di tulsi oleh Nia Dinata sendiri.

Pemain :
– Amink sebagai Adam / MADAME X
– Marcell sebagai Kanjeng Badai
– Titi Dj sebagai Bunda Ratu
– Sarah Sechan sebagai Bunda Lilis
– Shanty sebagai Kinky Amalia
– Ria Irawan sebagai Tante Yantje
– Robby Tumewu sebagai Oom Rudi
– Fitri Tropica sebagai Cun-Cun
– Vincent Rompies sebagai Din
– Joko Anwar sebagai Aline
– Saira Jihan sebagai Ratih
– Ikhsan Himawan sebagai Tarjo

Genre : komedi super hero
Durasi: 102 menit
Format: HDV kinetransfer to 35mm
Tanggal: shooting 17 Feb – 1 April 2010
Editing : April – Juni 2010
Tanggal : Release 7 Oktober 2010
Produser : Nia Dinata
Sutradara😛 Lucky Kuswandi
Penulis Skenario : Agasyah Karim, Khalid Kashogi
& Lucky Kuswandi
Penata Kostum : Tania Soeprapto & Isabel Patrice
Genre komedi super hero
Durasi 102 menit
Format HDV kinetransfer to 35mm
Tanggal shooting 17 Feb – 1 April 2010
Editing April – Juni 2010
Tanggal Release 7 Oktober 2010
Produser Nia Dinata
Sutradara Lucky Kuswandi
Penulis Skenario Agasyah Karim, Khalid Kashogi
& Lucky Kuswandi
Penata Kostum Tania Soeprapto & Isabel Patrice, Dibantu Jeffrey Tan & Lenny Agustin.
Penata Musik Aghi Narottama, Bemby Gusti, Ramondo Goscaro
Penata Tari – Rusdi Rukmarata
Special Effect – Harris Reggy
Penata Suara – Khikmawan Santosa
Director of Photography – Roni Arnold
Penata Artistik – Eros Eflin
Penata Rias – Yoga Septa
Fighting Director – Petruska Karangan
Make Up didukung oleh MAC cosmetics

Penata Musik : Aghi Narottama, Bemby Gusti, Ramondo Goscaro
Penata Tari : Rusdi Rukmarata
Special Effect : Harris Reggy
Penata Suara : Khikmawan Santosa
Director of Photography : Roni Arnold
Penata Artistik : Eros Eflin
Penata Rias : Yoga Septa
Fighting Director : Petruska Karangan
Make Up : MAC cosmetics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s