Euro Terkoreksi Dari Puncaknya vs Dolar,Yen Menguat.



Euro mundur dari puncak tertingginya dalam lima bulan terakhir terhadap Dolar AS pada perdagangan Kamis (23/09) setelah data ekonomi Eropa, dimana GDP Irlandia menurun 1.2 persen dalam dua kuartal terakhir secara beruntun semakin menambah tekanan pasar yang juga dipengaruhi sentimen negatif oleh kondisi perbankan Eropa.


Data ekonomi lainnya juga menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa dibulan September, membuat Euro terkoreksi 0.6 persen ke $1.3320. Pada perdagangan hari Rabu, Euro sempat ke $1.3440. Aksi jual yang terjadi di belahan Asia juga membuat Euro tertekan paska menembus $1.34, meski grafik masih mengisyaratkan potensi menguatnya Euro berdasarkan indikator pergerakan harga selama 200 hari terakhir, dimana Euro diperkirakana akan masih di kisaran $1.3208.

Tingkat support Euro masih di kisaran $1.3265, dimana jika Euro mampu bertahan disekitar sini dalam jangka waktu yang lebih lama, maka diyakini Euro akan menguat kembali secepatnya. Posisi jenuh jual Euro akan ada di $1.3510 dimana pada level ini bisa dilakukan aksi ambil untung dari posisi beli saat ini.

Euro sendiri terkoreksi sebesar 0.7 persen ke 84.93 pence dan turun 0.8 persen ke 112.33 Yen.

Yen Jepang sendiri terus menembus level terendah terhadap Dolar AS sejak intervensi Bank Of Japan minggu lalu. Dolar melemah 0.2 percent ke 84.26 yen, terendah sejak intervensi Bank of Japan pada 15 September lalu. Dolar berada pada posisi terendah dalam 15 tahun ini di 82.87 yen saat Pemerintah Jepang mulai melakukan penjualan Yen.(RTR/HQM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s