Puasa Sehat, jauhi Diabetes.



Bulan Ramadhan merupakan kesempatan istimewa bagi semua umat Muslim untuk membersihkan diri. Bukan hanya membersihkan diri secara rohani dengan cara menjaga hawa nafsu dan amarah, namun umat Muslim juga mendapatkan kesempatan untuk membersihkan diri secara jasmani.


Kultur masyakat Indonesia dalam berpuasa mungkin unik, dengan menempatkan bulan Puasa sebagai bulan yang istimewa berdampak sajian makanan pula. Makanan di bulan puasa juga mesti istimewa, demikian anggapan yang ada. Tak heran apabila saat berbuka puasa, maka akan banyak jenis hidangan diatas meja. Apakah puasa yang demikian ini sehat ?

Berbuka puasa memang dianjurkan dengan yang manis-manis.Dengan demikian tentu akan meningkatkan kadar gula dalam darah kita. Namun, kadar gula yang terkandung dalam darah apabila tinggi, tentu akan menimbulkan masalah yaitu sakit. Diabetes, jantung dan selainnya adalah penyakit yang akan mengikuti kenaikan gula dalam darah.

Lantas makanan-makanan apa saja yang baik dan aman dikonsumsi pada saat bulan puasa; hasil riset dari Prof. Dr. Ir. Made Astawan, yang merupakan ahli gizi sekaligus Guru Besar di Institut Pertanian Bogor (IPB), mengungkapkan beberapa fakta tentang arti penting makanan dengan GI rendah, yaitu antara lain membantu menurunkan berat badan, mencegah diabetes,mempertahankan perut kenyang lebih lama, baik untuk diet dan dapat menaikkan ketahanan fisik.

Prof Made melalui penelitiannya mengungkapkan strategi makan yang baik di bulan puasa adalah dengan berbuka menggunakan makanan dan minuman yang manis dan mengandung karbohidrat sederhana, lalu 30 menit setelahnya barulah disusul dengan makanan lengkap dengan karbohidrat kompleks. Sebelum tidur dapat kembali mengkonsumi makanan berkabohidrat, namun menghindari serat dan protein tinggi. Dan ketika sahur makanlah makanan lengkap dengan karbohidrat kompleks dan serat. Mengkonsumsi makanan dengan nilai GI rendah adalah sangat dianjurkan di bulan puasa.

Beberapa contoh makanan dengan GI rendah adalah buah cherry, apel, kentang rebus, kedelai. SOYJOY yang berbahan dasar kedelai dan buah-buahan menjadi salah satu makanan/cemilan dengan kandungan GI rendah yang juga sangat disarankan untuk dikonsumsi ketika bulan puasa, terutama saat sahur karena nilai GI yang rendah pada SOYJOY mampu membantu mengendalikan kadar gula dalam darah dan dapat menahan rasa lapar lebih lama.

Prof Made juga mengungkapkan bahwa setiap kelompok pangan memiliki kategori GI tersendiri, contohnya pada buah, Apel dan Cherri) tergolong pangan dengan GI rendah, pisang dan mangga tergolong dalam pangan dengan GI sedang sementara Melon adalah pangan dengan kategori GI tinggi dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi orang dengan kandungan gula darah tinggi.

Hasil penelitian Prof Made menunjukkan bahwa beras parboil, kentang rebus, susu full cream dan susu skim, spaghetti, makaroni dan coklat batangan adalah kelompok makanan dengan kandungan GI rendah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s