200 Bangunan Tahan Gempa Di Padang Telah Diserahkan.


Sebanyak 200 bangunan sederhana tahan gempa dengan konsep rumah tumbuh telah dipergunakan sejak awal tahun ini. Bangunan-bangunan tersebut dibangun oleh Palang Merah Indonesia, bekerja sama dengan PKPU dan The Coca Cola Foundation USA.


Rancangan bangunan tersebut sedemikian rupa segingga memungkinkan penghuninya untuk memperluas lagi sera mempercantik bangunan yang sudah ada sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan selera masing-masing penghuni rumah.

Coca-cola sendiri telah melakukan pemberian bantuan bagi korban bencana alam tidak hanya di Padang, namun juga di Aceh saat bencana Tsunami, serta pembangunan rumah tahan gempa bagi korban di Jogja. Khusus untuk Padang, Coca Coca menyatakan bahwa dana yang dihabiskan mencapai Rp. 1,55 miliar.

Menurut Titie Sadarini, Direktur Humas Coca Cola Indonesia, di Jakarta pada 26 Agustus lalu, menyatakan bahwa bantuan untuk korban gempa Padang ini merupakan kelanjutan dari bantuan pada periode tanggap darurat sebelumnya dimana bantuan yang dikirimkan adalah minuman dan obat-obatan.

Selain membangun rumah-rumah bagi korban gempa Padang, Coca Cola juga menyelesaikan pembangunan gedung asrama Pondok Pesantren Ar Risalah. Asrama ini juga memiliki desain tahan gempa dan mampu menampung sebanyak 64 lebih santri. Pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp. 600 juta.

Pondok Pesantren Ar Risalah merupakan pondok unggulan dengan 600 lebih santri. Menurut pimpinan Pondok Pesantren Ar Risalah, Ustadz Irsya, tahun ini kami hanya menambah 160 santri dari 700 orang yang mendaftar. Selain mengucapkan syukur dan terima kasih, Ustadz Irsyad juga menyatakan bahwa bangunan asrama ponok tersebut akan tergolong megah dibandingkan dengan bangunan asrama lainnya.

Corporate Social Responsinility

Sebagai bentuk pertanggung jawaban sosial perusahaan, Coca Cola juga melakukan program Rumah Belajar yang merupakan program pemberian bantuan material dan teknis untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat sekitarnya.

Dimulai sejak tahun 2000, program ini telah membangun 13 perpustakaan yang tersebr di 14 propinsi di Tanah Air. salah satu pengembangan perpustakaan ini adalah kerjasama Coca Cola dengan Yayasan Mitra Netra, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada peningakatan dan partisipasi tuna netra dibidang pendidikan dan lapangan kerja.

Kkerja sama dengan Yayasan Mitra Netra ini dilakukan sejak April 2009 melalui pengembangan infrastruktur perpustakaan dan pendopo yang digunakan sebagai pusat kegiatan di Mitra Netra .

Perpustakaan lain yang juga ikut dikembangkan oleh Coca Cola adalah dari Komunitas Kalam, organisasi kepemudaan di Tegal Gundil, Bogor sejak Juli 2009. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan fungsi perpustakaan yang telah dimiliki Kalam menjadi rumah belajar. Dengan demikian akan semakin meningkatkan minat belajar masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan tersebut.

Program lainnya adalah pemberdayaan ekonomi mikro, dengan melibatkan perempuan sebagai pengusaha. Program ini dijalankan di Rancaekek Bandung dengan melibatkan 1500 perempuan. Mmereka mendapatkan kredit, asuransi jiwa, serta pelatihan usaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s