Euro Jatuh Oleh Faktor Teknis. Gagal Tembus $1,2900


Euro pada Rabu (18/08) terkoreksi terhadap Dolar AS, setelah gagal menembus level psikologisnya. Awal perdagangan New York, Euro sempat menguat etelah lelang obligasi Jerman menunjukkan permintaan yang solid. Hal ini meredam ketidakstabilan fiskal di Uni Eropa. Namun Euro gagal melewati level psikologisnya di $1.2900, sehingga kembali melemah diakhir sesi perdagangan. Pada penutupan perdagangan, euro jatuh ke $1.2858, dalam kisaran perdagangan antara $1.2824 hingga $1.2923.


Dolar sendiri juga mendapat tekanan jual terhadap Yen, bergerak dilevel bawah pada kisaran harga terendah dalam 15 tahun terakhir atas spekulasi bahwa pemerintah Jepang tidak akan melakukan intervensi untuk membuat mata uang mereka lebih lemah atas Dolar.

Menjelang pertemuan antara PM. Naoto Kan dan Gubernur Bank Jepang Masaaki Shirakawa yang diperkirakan akan dilakukan Senin besok, pasar menepis kemungkinan intervensi terhadap yen kecuali Yen menguat sangat tajam saat ini.

Dolar jatuh 0.2 persen ke 85.34 yen, tidak jauh dari level terendah dalam 15 tahun ini di 84.72 yen. Banyak pialang yang menempatkan batas di harga di 85.20 yen untuk memastikan jatuhnya Dolar AS.

Sterling menguat setelah hasil pertemuan Bank of England menunjukkan lebih lunak daripada perkiraan. Pound sterling naik 0.1 percent ke $1.5600.

Dolar Kanada menguat terhadap Dolar AS C$1.0285. dari level dukungannya, support di C$1.0250, atau 61.8 percent dalam retracement Fibonacci, antara USD/CAD’s naik dikisaran C$1.01 hingga C$1.05 diawal Agustus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s