Minyak Terkoreksi Oleh Data Ekonomi.


Harga minyak terkoreksi beruntun dalam lima hari terakhir menyusul kondisi pertumbuhan ekonomi global yang mengkhawatirkan.


Data-data ekonomi baik dari Jepang dan Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran masa depan pertumbuhan ekonomi global. Akibatnya investor khawatir permintaan minyak global juga akan menurun. Melemah nilai tukar dolar AS disisi lain memang sempat membuat harga komoditi energi meningkat, namun seriing jatuhnya Wall Street pada perdagangan awal minggu ini juga membuat sentimen negatif akan prospek perekonomian global.

Kontrak minyak berjangka untuk bulan September jatuh 15 cents ke harga $75.24 per barel. Harga minyak sempat jatuh dibawah $74.86, terendah sejak 13 Juli meski ditengah sesi perdagangan sempat naik ke $75.95. Minyak Brent untuk bulan September juga menurun 26 cents ditutup pada $74.85 per barel.

Faktor lain yang membuat harga minyak menurun adalah kenaikan cadangan minyak AS. Kombinasi data ekonomi AS dan cadangan minyaknya telah menimbulkan kekhawatiran akan jatuhnya permintaan akan minyak.

Awalnya cadangan minyak mentah dan bahan bakar sempat diperkirakan akan turun 1.1 juta barel dan 200,000 barel, namun jajak pendapat awal dari Reutersjustru menunjukkan kemungkinan kenaikan cadangan minyak tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s