Risk Aversion, Investor Buru Dolar Kembali.


Dolar meroket terhadap mata uang besar lainnya pada Rabu (11/08) atau Kamis pagi ini. Mencatat kinerja terbaik dalam sehari selama 2 tahun terakhir setelah banyak investor melakukan risk aversion dengan memburu Dolar kembali.


Aksi investor dan pelaku pasar lainnya ini didasarai kekhawatiran mereka akan pertumbuhan ekonomi global. Indek Dolar AS naik 1.8 percent ke 82.323. yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Oktober 2008. Awalny, bahkan mencapai 82.394, level tertinggi sejak Juli lalu.

Buramnya proyeksi ekonomi AS dari ringkasan pernyataan The Fed sebelumnya dan keputusan untuk membeli kembali Obligasi jangka panjangnya telah menimbulkan sentimen negatif ke pasar modal dan membuat investor merasa tidak nyaman memegang aset yang lebih beresiko. Disisi lain, data ekonomi Cina yang mengkawatirkan juga telah meyakinkan investor bahwa pertmbuhan ekonomi global akan menghadapi stagnasi.

Euro terhadap Dolar, jatuh 2.13 percent ke $1.2896. Dolar terhadap Yen jatuh 0.19 percent ke 85.24.Dolar sempat diperdagangkan pada 84.72 yen yang merupakan titik terendah dalam 15 tahun ini. Sementara Sterling jatuh lebih dari 1 percent terhadap Dolar AS setelah Bank of England mengatakan inflasi di negara tersebut akan jatuh dibawah 2 percent dalam du atahun ini meski suku bunga dipertahankan rendah.

Menteri Keuangan Jepang Yoshihiko Noda menyatakan perhatiannya pada pasar uang saat ini, namun demikian diyakini hal itu tidak berarti akan melakukan intervensi sehubungan dengan menguatnya Yen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s