Investor Tahan Diri, Dolar Merosot.


Pelaku pasar membatasi diri menjelang pengumuman data payroll AS, tak pelak hal ini membuat Dolar terdepresiasi terhadap mata uang lainnya.


Langkah hati-hati ini membuat Euro naik dan pasar berharap ada sentimen segar bagi ekonomi AS.

Euro naik 0.1 percent ke $1.3174 sempat naik $1.3234 paska data ekonomi yang menyatakan pemngangguran AS naik 19,000 pada minggu lalu.

Terhadap yen, dolar jatuh 0.6 percent ke 85.75 yen sementara sterling cenderung flat di $1.5881 meski sempat naik hingga $1.59 minggu ini.

Jatuhnya ekonomi AS yang menyebabkan Dolar juga terdepresiasi, sebenarnya bukan barang istimewa. Bank Sentral AS sendiri telah gamblang menyatakan langkah kebijakan mereka, termasuk mempertahankan suku bunga ultra rendah demi mengejar pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, pelaku pasar nampaknya terlalu berlebihan dalam merespon data-data ekonomi AS saat ini.

Jika Euro ditutup pada level dibawah $1.3125 yang mengindikasikan retracement fibonacci 38.2 percent dari kisaran euro selama November hingga Juni maka diperkirakan selanjutnya akan ke $1.30 dan sterling ke $1.55.”

Lemahnya Dolar AS saat ini, mestinya dapat dimanfaatkan untuk menambah posisi di pasar khususnya terhadap mata uang Eropa dan sterling, di bulan September akan ada rollovers hutang dan mulainya kebijakan fiskal Inggris yang lebih ketat, pada akhirnya akan membuat mata uang ini tertekan dan waktu yang tepat untuk mengambil untung.

(Sumber Reuters)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s