Menteri Keuangan Jepang ingin mundur.


Menteri Keuangan Jepang, secara mengejutkan menyatakan keinginannya untuk mengundurkan diri pada Selasa setelah berminggu-minggu terjadi perdebatan mengenai anggaran belanja Jepang yang melelahkan. Rencana pemunduran Hirohisa Fujii sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet PM. Hatoyama, akan menjadi sebuah pukulan yang berat disaat dia berjuang dengan perekonomian Jepang yang melemah dan peningkatan hutang publik.

Hatoyama sendiri ingin mempertahankan Hirohisa Fujii pada jabatan tersebut, jika tidak tercapai, maka pengendalian fiskal yang selama ini dijalankan akan terasa berat dan beresiko pada obligasi pemerintah, meskipun untuk saat ini pemerintahan Hatoyama telah meyakinkan bahwa penerbitan obligasi untuk 2010-11 sudah ditetapkan.

Sebagaimana dikutip Reuters, Hatoyama ingin Fujii tetap melakukan yang terbaik. Meskipun media mempertanyakan bagaimana penyakit darah tingginya bisa mengkhawatirkan dengan jadwal interpelasi yang akan dilakukan parlemen akhir bulan ini.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, dukungan terhadap Hatoyama memang terus merosot karena dia dianggap sebagai pemimpin yang ragu-ragu. Bagi publik dan khusus pelaku pasar sendiri, menemukan pengganti Fujii dari jajaran Partai Demokratik sendiri tentu akan membutuhkan waktu lagi, setidaknya hingga pertengahan tahun saat pemilihan majelis tinggi. Dalam pemilihan nanti, jika Partai Demokratik kalah, tentu semakin mempersulit dalam menyusun perundang-undangan.

Sejauh ini, pasar justru menemukan kepercayaan pada pemerintahan karena kemampuan Fujii dalam menyusun anggaran. Anggaran yang ada saat ini memang sudah terbentuk, dan justru bila Fujii mengundurkan diri maka akan menimbulkan ketidak stabilan politik di masa yang akan datang dan secara khusus akan berdampak pada obligasi pemerintah Jepang.

Fujii, dikenal sebagai pengendali fiskal yang terkenal, dimana saat ini dia merupakan orang yang paling utama dalam rendana penerbitan Obligasi senilai 44 trillion yen ($476.8 milyar) yang akan diterbitkan mulai April nanti seiring dengan makin tingginya hutang pemerintah Jepang.

Dengan demikian, bila Fujii mengundurkan diri setelah tiga bulan kerja, ( Hatoyama memenangkan pemilihan umum pada September lalu) tentu akan membuat Hatoyama berjuang lebih keras lagi dalam menemukan sosok yang bisa membuat undang-undang dan ahli dalam menyusun anggaran serta memiliki kemampuan politik dalam menahan tekanan yang muncul untuk mempertahankan berbagai kebijakan stimulus ekonomi yang umumnya memang membelanjakan anggaran dan membuat hutang publik meningkat.

Jika Fujii benar-benar mengundurkan diri, justru pasar akan khawatir bahwa pengganti Fujii akan lebih banyak lagi melakukan belanja dan meningkatkan hutang dengan alasan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi. Meskipun, jika Fujii juga tetap memegang jabatan tersebut, terdapat kemungkinan pula dia akan tetap tidak bisa mendorong disiplin fiskal lebih jauh lagi, mengingat berbagai masalah kesehatan dia.

Sebelumnya, Fujii sendiri memang menyatakan saat ini tengah menunggu hasil tes kesehatan setelah beberapa waktu lalu dia dirawat di rumah sakit akibat kelelahan. Hasil tes tersebut akan menentukan apakah dia akan melanjutkan tugasnya atau berhenti sebelum parlemen bersidang akhir bulan ini. Hasil tes akan di umumkan akhir minggu ini.

Jika Fujii memilih tinggal di posnya, masih ada skeptisme bahwa pekerjaan saat ini memerlukan pengawasan lebih, mengingat posisi eonomi Jepang. Kemudian jabatan Menteri Keuangan juga akan memerlukan kebutuhan sering bepergian keluar negeri dan menghadiri perdebatan di parlemen hingga berjam-jam.

Pasar saat ini juga mengkhawatirkan apakah parlemen akan menunda pembahasan anggaran dengan kondisi Fujii saat ini. Selaian itu, kekhawatiran proses transisi kepada pengganti Fujii juga menjadi perhatian pasar.

Ada dua wakil Fujii yang menjadi kandidat menggantikannya. yaitu Yoshihiko Noda dan Naoki Minezaki, juga anggota kabinet lain yaitu Naoto Kan yang saat ini sebagai Menteri Strategi Nasional.

Pemerintah Jepang sendiri lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi mereka yang bisa saja terpuruk kembali dalam resesi lanjutan di tahun ini bilamana tingkat upah jatuh dan kegigihan deflasi akan membuat konsumen enggan melakukan belanja.

Anggaran 2010-11 yang disetujui mencapai 92.3 trillion yen ($1 milyar) yang setujui pada 25 Desember, membuat hutang negara naik hampir 200 percent dari GDP.(RTR/CWT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s