2009, tahun terbaik Wall Street sejak 2003.


Catatan akhir tahun 2009 perdagangan Wall street sebagai tahun dengan kinerja terbaik sejak 2003. Hasil perdagangan yang memuaskan sepanjang tahun ini tidak lepas dari optimisme pasar terhadap proses perbaikan ekonomi AS saat ini dan proyeksi pertumbuhan dan pendapatan emiten di waktu yang akan datang.

Indek Standard & Poor’s 500 naik 23.5 percent sepanjang tahun ini, sementara Dow Jones naik 18.8 percent dan indek Nasdaq melonjak 43.9 percent dari penutupan 31 Desember 2008.

Sejak dua tahun lalu, pasar bergerak negatif, dan tahun ini adalah pertama kalinya pasar ditutup positif. Tahun 2008, Indek S&P 500 jatuh 38.5 percent saat krisis ekonomi AS mencapai puncaknya dan menyeret Wall Street pada kinerja terburuk sejak era Great Depression.

Pada hari terakhir perdagangan di 2009 kemarin, Kamis, saham-saham mengalami penurunan akibat aksi jual yang dilakukan investor di ujung tahun sehingga mendorong pasar terkoreksi 1 persen. Investor melakukan aksi ambil untung atas saham-saham terbaiknya di 2009.

Hampir sembilan bulan, kenaikan pasar banyak di dukung oleh kinerja saham-saham sektor teknologi dan saham-saham tambang atas harapan bahwa membaiknya kondisi ekonomi AS akan memulihkan belanja modal dan meningkatnya permintaan hasil produksi mereka, termasuk sub sektor energi, baja, dan bahan tambang alam lainnya.

Membaiknya kinerja pasar juga mengindikasikan sejauh mana perbaikan ekonomi yang telah dilakukan di AS sendiri.

Saham-saham yang mencatatkan kinerja terbaiknya adalah American Express, Microsoft dan IBM yang menjadi top gainers di Dow Jones sepanjang 2009, meski di hari perdagangan kemarin mereka di tutup melemah. Disisi lain saham seperti General Electric, masih menjadi favorit pada lapis kedua di 2009 sementara produsen minyak Exxon Mobil Corp berada di bawahnya.

Bila diperhatikan, kenaikan indek bursa didorong oleh membaiknya kinerja perusahaan yang tercermin dari laporan keuangan mereka. Lebih dari 70 percent laporan yang di publikasikan mencatatkan hasil yang lebih baik dari perkiraan sejak kuartal kedua. Dampaknya adalah kenaikan indek S&P 500 yang signifikan, mencapai 65 percent dari titik terendahnya pada 9 Maret. Faktor melemahnya Dolar AS terhadap mata uang lainnya juga menjadi penggerak kenaikan pasar, khususnya bagi sektor eksportir.

Akhir tahun, indek Dow Jones jatuh 120.46 points, atau 1.14 percent, ke 10,428.05. Indek Standard & Poor’s 500 jatuh 11.32 points, atau 1.00 percent, ke 1,115.10. Indek Nasdaq jatuh 22.13 points, atau 0.97 percent, ke 2,269.15.

Sepanjang kuartal empat, Indek Dow naik 7.5 percent, Indek S&P 500 naik 5.5 percent dan indek Nasdaq naik 6.9 percent.

Namun sepanjang minggu terakhir Desember 2009, Indek Dow jatuh 0.9 percent, indek S&P 500 jatuh 0.4 percent dan indek Nasdaq jatuh 0.7 percent.

Saham-saham yang mendorong kenaikan indek S&P 500 antara lain XL Capital yang naik 395.4 percent di 2009. meski di hari terakhir perdagangan terkoreksi 0.4 percent ke harga $18.33 di pasar the New York Stock Exchange. saham Citigroup, jatuh 50.7 percent sepanjang 2009, sehingga menjadi saham dengan kinerja terburuk di indek S&P 500.

IBM naik 55.5 percent, Microsoft naik 56.8 percent di 2009 dan American Express naik 118.4 percent. Pada hari terakhir perdagangan 2009, IBM jatuh 1.3 percent ke $130.90, Microsoft jatuh 1.6 percent ke $30.48 dan American Express jatuh 0.7 percent to $40.52.(RTR/CWT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s