Masa Depan Dolar tergantung keputusan AS sendiri.


Zoellick

Jakarta,(29/09) — Presiden Bank Dunia, Senin kemarin menyatakan kekhawatirannya atas perluasan kekuasaan The Fed, masa depan Dolar AS akan tergantung pada pilihan Amerika sendiri.

Sewajarnya, dalam alam demokrasi Amerika akan timbul keraguan bahwa The Fed bisa diberi kewenangan pengawasan sistem perbankan dan kebijakan operasional moneter  yang lebih kuat lagi. Demikian dikatakan oleh Robert Zoellick, Presiden Bank Dunia saat berbicara di Universitas Johns Hopkins.


Bahwasanya, Konggres AS sendiri telah memiliki akar tradisi yang kuat untuk melakukan pengawasan terhadap perbankan dengan penuh kecurigaan, sehingga menimbulkan suatu tantangan bagi kekuasaan The Fed setelah kepanikan keuangan tahun lalu.

Dengan niat untuk mencegah terulangnya kembali krisis yang bisa mendorong sistem keuangan dalam jurang kehancuran lagi, Presiden Barack Obama telah mengusulkan suatu perubahan undang-undang yang membuat The Fed memiliki kekuasaan lebih kuat lagi dalam sistem pengatur resiko.

Dalam Pandangan Zoellick, apa yang ingin dilakukan oleh Obama justru membuat independensi dan kekuasaan teknokrat atas The Fed berkurang. Bagi Zoellick, yang diperlukan dalam manajemen krisis saat ini mungkin adalah pemberian otoritas yang lebih kuat bagi Departemen Keuangan agar bisa mengumpulkan kumpulan-kumpulan regulator yang berbeda-beda.

Saat berbicara di depan sidang tahunan Bank Dunia dan IMF di Istambul, minggu lalu, Zoellick memuji tindakan bersama bank-bank sentral saat krisis menghantam. Meski demikian, dia juga mengatakan bahwa yang mereka hadapi saat ini adalah tantangan yang masuk akal untuk mencegah kegagalan ledakan aset di pasar perumahan AS serta untuk menghadapi penyimpangan yang serius dalam sistem keuangan.

Menurutnya, saat ini belum terlihat peran bank sentral dalam menangani pemulihan ekonomi tampa membuat inflasi keluar dari pengawasan. Kondisi ini sangat krusial dalam menentukan apakah Dolar AS dapat mempertahankan peran utamanya sebagai mata uang cadangan global.

Tentu saja, menurut Zoellick, Dolar AS masih akan tetap menjadi mata uang utama, namun sepertinya keberuntungan Dolar AS akan kembali tergantung kepada pilihan AS sendiri, apakah AS akan menyelesaikan hutangnya tanpa menimbulkan inflasi.

Zoellick mengingatkan pemerintah AS untuk tidak mengambil begitu saja dominasi Dolar AS dan menegaskan bahwa Euro serta Yuan Cina yang semakin kuat saat ini akan memberikan diversifikasi bagi investor tentunya. Amerika Serikat akan keliru apabila memilih untuk menempatkan Dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia, mengingat kedepannya akan semakin banyak pilihan bagi Dolar.(RTR/cwt)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s