Canola, minyak goreng pilihan untuk sajian yang lebih sehat.


Canola

Semua minyak goreng pada dasarnya mengandung tiga jenis lemak (fat) dengan kadar yang berbeda-beda, yaitu saturated fat atau minyak jenuh, monounsaturated fat atau minyak tak jenuh tunggal dan polyunsaturated fat atau minyak tak jenuh ganda. Minyak canola banyak direkomendasikan sebagai minyak goreng sehat karena memiliki kadar lemak jenuh yang rendah.

Minyak tak jenuh tunggal (monounsurated) diketahui mampu menurunkan kolestrol jahat LDL (low density lipoprotein cholesterol) yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung (cardio vascular). Sedangkan minyak tak jenuh ganda (polyunsaturated) merupakan bahan esensial yang sangat dibutuhkan tubuh manusia karena berfungsi untuk pembentukan sel dan hormon. Oleh karena tubuh manusia tidak mampu memproduksi sendiri minyak tak jenuh ganda (polyunsaturated), maka kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam lemak jenis ini.

Minyak canola atau canola oil adalah minyak yang banyak diproduksi oleh Negara Canada. Sebetulnya kata canola merupakan suatu singkatan dari kata Canadian dan Oil. Sejarah perkembangan dan produksi minyak canola relative masih baru.

Minyak canola erat kaitannya dengan minyak nabati lain yang dikenal sebagai rapeseed oil yang berasal dari tanaman rapeseed. Melalui suatu program pembudidayaan yang sangat rapi, tanaman rapeseed kemudian dapat berkembangan menjadi suatu jenis tanaman baru yang dikenal sebagai tanaman canola. Pada saat ini, karena sifatnya yang telah berubah, tanaman canola dan rapeseed tidak boleh disamakan lagi.Minyak yang dihasilkannya jelas berbeda, terutama komposisinya.

Para ahli pemuliaan tanaman (breeders) Canada telah berhasil menciptakan canola melalui teknik-teknik pemuliaan tanaman secara tradisional sejak tahun 1970. Melalui penelitian panjang tersebut para breeders Canada telah berhasil menyingkirkan kendala gizi dan kesehataan yang dapat diakibatkan oleh komponen minyak yang terdapat dalam minyak rapeseed. Komposisi yang menjadi banyak hambatan pemanfaatan minyak rapeseed adalah karena kandungan senyawa glucosinolates, licosenoic, dan erusic acid.

Glucosinolate adalah senyawa yang memberikan rasa tajam menyengat, seperti yang terdapat pada mustard, senyawa tersebut tinggi kadarnya dalam minyak rapeseed. Tetapi dalam minyak canola kadar senyawa tersebut telah mampu diturunkan secara signifikan. Sedang senyawa asam lemak licosenoic dan asam lemak erusic dua-duanya tidak esensial bagi pertumbuhan manusia. Dalam minyak canola yang telah dipasarkan keseluruh dunia tersebut memiliki kadar asam lemak erusic dua persen atau kurang, dan kadar glucosinolate dalam bungkil canola sama atau kurang dari tiga persen.

Minyak canola yang telah mampu melayani kebutuhan pasar internasional, dan mutunya telah diakui sebagai forerunner minyak pangan nabati dunia. Saat ini agar tidak ada peluang terjadinya pencampuran dengan minyak rapeseed, pemerintah Canada telah secara ketat membatasi budidaya tanaman rapeseed sedemikian rupa sehingga hanya dilakukan pada lokasi yang sangat terbatas.

Jennifer Lim, dari  PT. Pandurasa Kharisma, yang mengimpor Dougo:Canola Oil, yaitu minyak goreng 100% canola asli – mengatakan “Saat ini, gaya hidup sehat tengah berkembang di masyarakat Indonesia. Tak hanya olahraga, asupan makanan juga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat. Karenanya kami mengajak para Ibu di Indonesia untuk menyajikan makanan yang tak hanya lezat namun juga sehat bagi keluarga tercinta.”

Dougo, Canola Oil

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyajikan hidangan yang lebih sehat bagi keluarga adalah melalui pemilihan minyak goreng yang lebih sehat. “Dari banyaknya jenis minyak goreng yang beredar di pasaran, para Ibu masa kini dituntut lebih cermat dan bijak dalam menentukan pilihan minyak goreng yang akan digunakan. Tak hanya cita rasa, kesehatan pun kini menjadi factor utama yang dijadikan sebagai referensi Ibu dalam memilih minyak goreng,” tambah Jennifer Lim

Sesuai dengan namanya, Dougo: Canola Oil terbuat dari minyak biji tanaman canola (canola seed oil) yang mengandung minyak tak jenuh tunggal (monounsurated) dan minyak tak jenuh ganda (polyunsaturated) berkadar tinggi yang baik untuk kesehatan jantung. Dibanding minyak goring nabati lain, lemak jenuh (satu rated fat) penyebab penyakit jantung yang terkandung dalam minyak canola juga terbilang rendah.

Dengan titik didih-nya yang tinggi, minyak canola baik digunakan sebagai minyak goreng. Dari segi cita rasa, karena memiliki warna yang jernih serta tekstur yang ringan, minyak canola juga cocok digunakan sebagai minyak salad (salad oil). “Hadirnya Dougo: Canola Oil, menambah ragam pilihan akan produk minyak goring sehat bagi konsumen di Indonesia. Kami berharap bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat keluarga Indonesia,” pungkas Jennifer Lim.

Komposisi gizi minyak canola (berdasarkan 10 ml atau dua sendok teh) :
Energi                                              : 8 Kal
Lemak                                             : 9,0 gram
Asamlemakjenuh                           : 0,6 gram
Asamlemak monounsaturated    : 5,8 gram
Omega 6                                         : 2,0 gram
Omega 3                                         : 0,8 gram
Vitamin E                                       : 1,9 mg
Kolesterol

About these ads

One thought on “Canola, minyak goreng pilihan untuk sajian yang lebih sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s